Menolong Dengan Kekurangan

DI 14052022

Matius 20:30
Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”

2 org buta, selalu bersama, apa yg bs mereka lakukan berdua pd satu sama lain? Kalau yg satu buta dan yang lain lumpuh, secara logika masih bisa kita bayangkan kemungkinannya, yang satu jadi mata bagi yg lain, yg lainnya jd kaki bagi yg lain.

Dua-duanya buta, bernasib sama, kekurangan yg dimiliki sama, kalau utk saling melengkapi rasanya sulit diterima logika, tdk bisa menjadi mata bagi temannya. Jd apa yang membuat mereka berdua memutuskan untuk bersama dlm keseharian? Hal yang bs diterima secara logika di antara mrka berdua adalah mereka bs merasa ‘nyaman’ krna bisa menerima satu sama lain, tahu rasanya bgmna menderita & sulitnya hidup sbg org buta. Merasa nyaman krna org lain bs menerima kekurangan yang kita miliki, itu cukup lumayan utk mengurangi penderitaan yg harus ditanggung, sementara ada org lain yg tdk bs menerima kekurangan yg dimiliki org lain, begitu sangat mengagumi sebuah prestasi, tapi sangat mengolok-olok kelemahan dan kegagalan di kesempatan yg berbeda. Itulah kejamnya opini dr org-org yg hanya bs menilai tanpa mau berkontribusi yg positif dalam hidup org lain, memperlakukan org lain bkn dgn kasih, tp dgn penilaian yang cenderung ke arah penghakiman.

Dlm kebutaan mrka, kedua org ini tetap ingin bergaul dan berguna bagi org lain. Kita mgkin berpikir baru bs melakukan sesuatu pd orang lain kalau kita pny kelebihan atau kehebatan, tanpa kita berpikir bhw dgn kekurangan yang kita miliki, itu jg bs berguna utk org lain. Bkn soal jumlah harta yg kita miliki, tp bagaimana dgn semua yg kita miliki, kelebihan maupun kekurangan yg ada pd kita, kita punya tekad utk bs menjd berkat bagi sesama. Kegagalan yg kita alami bs menjd berkat karena org lain belajar utk jgn sampai menjd gagal spt yang kita alami, kisah kelam hidup kita, bs menjadi satu peringatan bagi org lain spya terhindar masuk dlm situasi yg sama. Bahkan dg cacat yg mgkin dimiliki, bs mengingatkan orang lain utk bersyukur pada Tuhan dgn keadaan tubuh mereka yg normal dan tdk menggunakannya utk melakukan hal-hal yg buruk. Ini bs terjadi dalam sebuah lingkungan yg penuh kasih dan bisa menerima satu sama lainnya, ketika kita merasa nyaman dlm komunitas kita, kita bisa mengembangkan diri kita ke arah yg positif.

Kelebihan dan kekurangan, gunakan itu sbg alat untuk memberkati hidup org lain. Jadilah sbg pribadi yg membangun semangat hidup sesama, bukan justru yg melumpuhkan apa yg menjd potensi yg org lain miliki.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.