DI 08102014
Yosua 24:15
… Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Sebenarnya semua org Israel tahu persis bahwa Yosua dan keluarganya hidup beribadah pd Tuhan. Lalu mengapa Yosua perlu menyatakan pendiriannya di hadapan seluruh org Israel?
Dlm menghadapi sebuah situasi sangat diperlukan sikap yg tepat dan sikap ini lahir dr pendirian kita: sesuatu yg kita pegang teguh dan jadi pedoman utk kita bersikap dan bertindak.
Yosua akan segera ‘berpisah’ dg org Israel krna mrka akan mendiami wilayah yg telah dimiliki mereka stlah mengalahkan bangsa-bangsa yg mendiami Kanaan. Hal yg jd perhatian Yosua adalah bgmna setelah mrka berpisah, bangsa Israel tetap beribadah pd Tuhan. Itulah sebabnya dia menyatakan pendiriannya utk betibadah hanya pd Tuhan spya bangsa Israelpun mengikuti pendiriannya.
Suara seorg pemimpin sangat berpengaruh bagi kelompok yg dipimpinnya. Kalau seorg pemimpin tdk punya integritas, dia tdk akan mendpt ‘royalitas’ dr kelompoknya. Integritas itu ‘di hati sama dg di mulut’, shga tdk bs cuma punya pendirian tp tdk dinyatakan, tdk boleh ‘abu-abu’, hitam bukan putih juga bukan.
Mengapa tdk berani menyatakan pendirian? Pasti krna ada ketakutan. Takut terlibat dlm masalah, takut kesalahannya ikut terbongkar, takut tdk bs menyelesaikan masalah, dsbnya.
Kita memang hrs tdk masuk dlm masalah org lain, tp bkn berarti kita tdk menyatakan pendirian kita.
Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Hrs berani mengatakan sesuatu itu ‘ya’ atau ‘tidak’, termasuk di dalamnya : ‘ya itu salah’, ‘itu tidak benar’ dan ‘ya itu benar’ dan ‘itu tidak salah’.
Kalau kita mencari aman sendiri, bgmna Tuhan bisa membela kita? Tuhan sndri butuh ketegasan dr kita : mau dingin atau hangat, jgn suam-suam kuku, spya Tuhan jg tegas memberlakukan hukum-Nya atas kita. Minimal nyatakan pendirian kita.