Jemaatpun Menginjil

DI 11062022

Kisah Para Rasul 8:1, 4
Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

Penginjilan bagi sebagian org menjd satu hal yg sulit utk dilakukan, dgn berbagai alasan supaya tdk usah menginjilpun dicari-cari, tapi semuanya akan terbantahkan dgn satu ayat ini.

Jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami hal yang menakutkan, Saulus dgn giatnya berusaha utk ‘merusak’ jemaat Tuhan, memasuki rumah demi rumah dan menyeret org Kristen waktu itu dan dimasukkan ke dlm penjara. Bs terbayang bgmna begitu mencekamnya situasi yg dialami jemaat di Yerusalem saat itu, hingga akhirnya mereka memutuskan melarikan diri, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Ini tepat spt yg Yesus katakan dlm Kisah Para Rasul 1:8 bhw mereka akan menjd saksi Tuhan di Yudea dan jg Samaria, bahkan jemaat Tuhan di generasi yang berikutnya hingga generasi kita sekarang telah bnyk mengalami penderitaan krna Injil dan jelas kita melihat bhw ‘ujung bumi’pun jg sudah mulai terjangkau oleh Injil. Jadi menginjil itu bukan hal yg khusus dilakukan oleh para rasul saja saat itu to jg jemaat biasapun turut menginjil walaupun saat itu mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka krna menjadi incaran Saulus yg saat itu sangat membenci kekristenan. Di saat yg burukpun, Injil hrs tetap diberirakan, berita ttg pertobatan, pengampunan dosa & keselamatan di dlm nama Tuhan Yesus Kristus, karena setiap org membutuhkan 3 hal tersebut.

Alasan menolak utk menginjil biasanya karena takut mengganggu hubungan baik dgn org lain, misalnya org yg berdagang takut jika menginjil maka langganannya merasa tdk nyaman hingga akhirnya tdk lagi menjd langganannya, pebisnis jg demikian, takut kehilangan klien dan partner bisnis kalau menginjil, bicara Injil di kantor atau sekolah nantinya bs dijauhi dlm pergaulan oleh org lain, dsbnya. Memisahkan hal yg ‘rohani’ dgn kehidupan sehari-hari seringkali justru membuat kita menjd org yg munafik: kalau di gereja tidak boleh bohong, kalau di luar gereja ya bebas mau bohong, lho, memangnya Tuhan hanya ada dlm gedung gereja? Dia ada di rumahmu, di kantor & sekolahmu, di komunitas dan di lingkungan kita beraktivitas sehari-hari. Ingat bhw jemaat juga menginjil dlm ayat yg kita baca, apa mereka tdk merasa takut sementara mereka sedang diincar utk ditangkap? Pasti ada rasa takut, tapi mereka tidak bs menahan kasih mereka pd Tuhan yang diwujudkan dgn melakukan penginjilan di Yudea dan Samaria. Menginjil bs dimulai dgn sharing kesaksian hidup dan menceritakan ttg kebaikan Tuhan dlm hidup kita, diakhiri dgn memberitahu ttg adanya pengampunan dosa & keselamatan di dlm Tuhan Yesus Kristus. Mereka menerima atau tidak, bukan tanggung jwb kita, kewajiban kita hanya memberitakan Injil, Roh Kudus yang selanjutnya bs membuat mrka bertobat.

Kalau nanti saatnya kita mati dan menghadap Tuhan, jika Dia bertanya apakah penginjilan sdh kita lakukan, biarlah jawaban yg kita berikan itu adalah sesuatu yg menyenangkan hati Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.