DI 20062022
Mazmur 38:18 KJV
For I will declare mine iniquity; I will be sorry for my sin.
Karena aku akan menyatakan kesalahanku, aku akan menyesali dosaku
Belajar dari cara Daud menyikapi situasi yg sdg dia hadapi tentu sangat menarik, kadang justru bertentangan dgn apa yg menurut orang banyak sebagai sesuatu yg benar dan ideal.
Daud menulis keluh kesahnya dlm doa melalui mazmur-mazmur yg dia tulis bahkan sebagian justru diajarkan pd rakyat di zaman itu. Menurut pemahaman sebagian org, sangat tidak pantas utk marah, berkeluh kesah, menyatakan hal-hal yg ‘sampah’ saat berdoa pada Tuhan. Mengutuki musuh supaya mereka binasa, bukankah semua itu bertentangan dgn prinsip kasih yg harusnya mengasihi musuh kita? Tapi mengapa justru org spt Daud menjd orang yg berkenan di hati Tuhan dan semua mazmur yg dia tulis menjd bagian dr isi Alkitab? Bukankah zaman skrg kita diajar utk jgn ‘membunuh’ reputasi dan nama baik kita dgn harus tampil ‘sempurna’ di depan org lain? Pikir dan renungkan, bukankah prinsip ini merupakan prinsip seorg entertainer? Org yg saat berada di atas panggung atau muncul di publik harus bisa tetap kelihatan prima dan tersenyum spya yang menonton bs terhibur dan tetap menjd fans yg setia? Bukankah ini spt kita diajar utk memakai ‘topeng rohani’ yg ketika kita memakainya akan terlihat sbg pribadi yg sempurna dan religius di mata org lain? Bukankah justru ini sesuatu yang sama dgn kemunafikan dan tdk berintegritas?
Apapun profesi kita, rohaniawan atau org biasa, tetaplah manusia biasa, bisa marah, emosi, bisa mengalami titik terendah dalam hidup ini, suatu saat kehilangan kendali diri? Tapi mengapa kita seringkali tdk memperbolehkan org lain utk dgn bebas mengatur bgmna utk mengatasi masalah dgn emosi mereka shga tdk boleh kelihatan sbg org yg lemah, dan hrs tampil sempurna? Kalau Daud hidup di zaman ini, mungkin kita terkejut saat membaca status medsos yg dia tulis, kaget ketika dia membuat lagu-lagu yg isi liriknya tdk membuat telinga banyak org merasa nyaman. Di saat org ramai-ramai menyembunyikan dosa, tp justru Daud mendeklarasikannya, membuat org bnyk jd tahu dosa yg dia buat. Tdk takut dibenci dan kehilangan followers’? Tdk takut dihakimi? Tdk takut diturunkan dr jabatannya? Daud tidak takut kehilangan semuanya, yg Dia takuti adalah kehilangan Roh Tuhan di dlm hidupnya. Hal ini yg jarang dimiliki oleh org-org Kristen di zaman skrg, lebih takut kehilangan kedudukan dan rasa hormat dari org lain kalau jujur mengakui dosa. Daud mempermalukan dirinya sndri dan dia tdk takut dihakimi org lain, yg dia takuti ialah kalau Tuhan tdk mau mengampuni dosanya.
Jgn takut kehilangan apa yg kita miliki di dunia ini, tapi takutlah kalau kita kehilangan Tuhan di dlm kita, kehilangan Roh Tuhan dan perkenanan Tuhan dlm hidup kita.