Kekerasan Tuhan

DI 10102014

Roma 11:22 NKJV
Therefore consider the goodness and severity of God: on those who fell, severity; but toward you, goodness, if you continue in His goodness. Otherwise you also will be cut off.

Karena itu pertimbangkanlah kebaikan dan kekerasan Tuhan: pada siapa yang jatuh, kekerasan; tapi terhadapmu, kebaikan; jika kamu terus menerus (berjalan) di dalam kebaikan-Nya. Sebaliknya kamu juga akan dipotong.

Ayat ini ada dlm bahasan ttg keselamatan, bangsa Israel yang semula ada dlm rencana penyelamatan scra menyeluruh digambarkan sbg sebuah pohon zaitun. Sebagian ranting telah dipotong akibat menolak Yesus Kristus, dan di tempat bagian terpotong itulah ‘dicangkokkan’ bangsa-bangsa lain (Gentile) yg akhirnya jg menerima keselamatan. Itulah sebabnya keselamatan bkn krna hasil perbuatan manusia, tp anugerah dr Tuhan.

Tapi ada sebuah peringatan: Gentile yg ‘dicangkokkan’ yaitu kita yg bkn org Israel, bs jg ‘dipatahkan’ dan akibatnya jelas: posisi kita di surga akan diberikan pd org lain. Ingat bhw penghuni surga ada ‘kuotanya’, bkn tanpa batas. Apa dasarnya?

Kalau penghuni surga tanpa kuota, pasti tdk ada akhir zaman dan pengadilan ‘tahta putih’, prinsip ini dianut oleh bbrpa agama, tdk ada kiamat, reinkarnasi, dsbnya. Jumlah para ‘Gentile’ penuh, maka mulailah Israel diselamatkan (Roma 11:25-26).

Jangan ‘ke-pede-an’ pasti masuk surga, slma kita hidup di dunia, kita hrs ‘kerjakan’ keselamatan itu (Filipi 2:12). Iblis dan dunia ingin menggagalkan kita masuk surga dg segala cara. Tdk bs dg cara kasar dan langsung, mrka pakai cara halus yg terselubung.

Biasanya 3 hal menjd tawaran yg menggiurkan: Tahta (kelas sosial), harta (cinta uang) dan cinta (jodoh dan sex), 3 hal ini bs membuat kita keluar dr keselamatan. Apakah kita mulai terjerat? Hati-hati.

Syarat agar kita tdk ‘dipotong’ adalah trs berjalan dlm kebaikan Tuhan. Sederhananya : hidup cukup sesuai dg apa yg Tuhan sediakan dan bs mensyukurinya. Jaga hati.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.