Bukan Untuk Dinikmati Sendiri

DI 01092022

Efesus 4:28
Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Pemahaman umum yg berlaku di dunia ini ialah tiap org bekerja utk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya, menyiapkan masa dpn yg baik, tapi bgmna dgn ayat yg kita baca?

Ayat ini mengajar kita utk bekerja dan hasilnya bisa dibagikan sebagian pd org yg kekurangan, org yg berkebutuhan. Itulah bedanya dgn apa yg dunia ajarkan, harta penghasilan kita sebagian diberikan utk membantu memenuhi kebutuhan org lain, ini persis dgn jawaban Yesus saat Dia menjawab pertanyaan seorg pemimpin muda yg kaya dan ‘saleh’ yaitu menjual harta dan berbagi dgn org miskin (Lukas 18:22). Tidak semua org bisa mentaati ajaran ini, sebagian menganggap bhw tiap-tiap org hrs mengandalkan tangannya sendiri utk hidup, hrs mandiri, tdk bergantung pd belas kasihan org lain. Di satu sisi tentu ini hal yang benar, tidak salah, namun jgn sampai harta yg kita miliki membuat kita ‘buta’ akan keadaan di sekeliling kita. Kasih itu tdk egois, tp berbagi, terlepas apakah yg kita bagikan itu sedikit atau banyak, sesuatu yg bernilai tinggi atau yg biasa, tapi yg penting ialah hidup kita digerakkan oleh kasih Tuhan yg menggelora dlm diri kita. Knpa hrs berbagi? Itu cara utk kita menyiapkan harta di surga: Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat (Lukas 12:33).

Ketika kita berbagi dgn yg berkebutuhan dan yg kekurangan, kita sedang mengikis keegoisan yg kita miliki, spt sdg membuang ‘racun serakah’ dr dlm hidup kita. Boleh mengumpulkan bnyk uang tapi jgn serakah, spt kita boleh makan bnyk, tapi jgn serakah, justru nanti sakit perut jadinya. Org yg cinta uang nantinya bs berbuat bnyk hal yang jahat, mgkin tdk mencuri, tp menghina org lain yg hidup berkekurangan. Menilai org hanya dari harta yg dimilikinya, hanya mau bergaul dengan yg sama-sama kaya, ini tdk sejalan dgn prinsip kasih yg Tuhan ajarkan. Tuhan tdk melihat orang dr kaya atau miskinnya, tapi Tuhan melihat hati dan perbuatan yg dilakukan tiap org. Ketika kita berbagi, hati kita bebas dr pikiran buruk ttg org lain, merasakan suatu kebahagiaan yg berbeda dibandingkan kita hanya menikmati harta kita sendirian. Tidak akan takut menghadap Tuhan, saat nanti ditanya Tuhan: apa yg kamu lakukan ketika melihat org yg berkekurangan? Ingatlah bhw nanti Tuhan akan memisahkan domba dgn kambing di akhir zaman ini (Matius 25:31-46), mereka yg berbagi dgn org yg berkebutuhan dan yg kekurangan, akan masuk dlm golongan yang akan menikmati kebahagiaan bersama Tuhan di surga, karena sdh berbagi harta dgn mereka yg lapar, tdk punya pakaian, yg sakit, yg dipenjara, yg butuh tumpangan, dsbnya.

Jgn hanya berbuat baik pd org yg kita tdk kenal, itu sesuatu yg mudah dilakukan, tp biarlah org yg ada di dekat kita, merekalah yg hrs menjadi saksi perbuatan baik kita yg nyata.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.