Terlalu Banyak Bicara

DI 06092022

Amsal 10:19 ILT3
Di dalam banyak perkataan pelanggaran tidak berhenti, tetapi siapa yang menahan bibirnya dialah yang bijaksana.

Apapun yg berlebihan pasti dampaknya negatif bagi diri kita, sekalipun yg kita lakukan itu ialah hak kita utk melakukannya, bahkan tdk sampai merugikan org lain.

Makan berlebihan tentu tdk baik utk kesehatan, bekerja hingga begadang sekian malam tentu bs merusak kesehatan. Dlm ayat ini diingatkan bhw ketika kita terlalu banyak bicara, akan bisa menimbulkan bnyk pelanggaran lewat apa yang kita katakan. Misalnya tanpa sengaja kita mulai mengumbar rahasia org lain yg sebelumnya sdh diingatkan agar jgn diberitahu ke org lain: “Aduh, sebenarnya gak boleh cerita sih, tp cuma kamu yabg aku kasih tahu, soalnya …”, atau kita mulai asyik berpendapat hingga kebablasan menjadi 1 fitnahan pdhal kita belum punya buktinya: “Pasti dia begini …” Awalnya ngobrol biasa malah jadi bergosip hingga akhirnya berujung memfitnah. Contoh dr Alkitab yg paling jelas adalah cerita ttg Ayub dan teman-temannya yg terlalu banyak ngobrol hingga banyak bicara yg salah tentang Tuhan. Jadi memang perlu kita pandai menilai kpn kita harus mengakhiri sebuah perbincangan ketika kita sudah mulai berpikir hal-hal negatif saat berbicara. Bahkan sekalipun kita bicara dg diri kita sendiri, ingatlah bhw mgkin org lain tdk bs mengetahuinya, tp ada Tuhan yg tahu, tidak ada yg bs kita sembunyikan dr telinga Tuhan.

Bicara seperlunya, ini hal yg penting. Bahkan hrs kita bisa memilih, apakah perlu kita bicara atau tidak, cuma menyimak saja. Mgkin org yg kita sedang bicarakan tdk tahu kita berkomentar ttg dia, tp masalahnya adalah Tuhan tahu, atau ada temannya yg diberitahu ttg obrolan kita, lalu dia sampaikan ke org itu. Zaman sekarang kita bisa dituntut pasal pencemaran nama baik, tentunya ini akan sangat menyita waktu dan energi krna hrs mengikuti prosedur hukum yg ada. Kpn kita hrs diam, kpn hrs bicara, kpn harus berhenti utk bicara, ketiga hal ini harus tetap ada dlm kendali kita sendiri. Asyik mengobrol memang menjadi sebuah hiburan dan kegembiraan, tapi ingatlah bhw jangan sampai kita ‘mabuk’, artinya hilang kendali diri dan justru akhirnya perkataan kita membawa kita pd masalah yg sebenarnya tidak perlu ada dan kita alami. Terlalu bnyk bicara bs berujung pd perdebatan hingga permusuhan, jd hal spt itu perlu kita hindari, kita adalah org yang harusnya membawa damai, org yang bicara dgn kita merasa nyaman dan membuat dia tenang, bukannya membuat dia semakin ‘panas’, jgn jadi org yg justru memperparah situasi, tp justru hrs membawa suasana damai dan memberikan yg bs menjd solusi terhadap masalah yg ada.

Jgn terlalu lama bicara, jgn kehilangan kendali diri karena asyik ngobrol, ingatlah bhw semakin bnyk yg kita perkatakan, semakin besar peluang utk kita juga bnyk melakukan pelanggaran.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.