DI 23092022
Galatia 4:9-11
Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.
Tidak semua org Kristen lahir dr keluarga yang Kristen turun temurun, sebagian dulu berasal dr kepercayaan yg lain, di mana ada bnyk aturan & pantangan yg berlaku di dalamnya.
Salah satunya mengenai ‘hari baik’ utk sesuatu yg ingin dilakukan atau dirayakan, pencarian yg dilakukan biasanya berkaitan dgn keyakinan yg berlaku turun temurun dr nenek moyang, dicari atau dihitung berdasarkan tgl lahir dan bintang zodiak, shio, dsbnya. Bgmna kita sbg org Kristen menyikapi hal ini? Yg kita yakini adalah semua hari itu baik, setiap jam dan menit jg baik, yang kita butuhkan adalah perkenanan Tuhan shga apa yg kita rencanakan bs berlangsung lancar dan jg memuliakan Tuhan. Namun ternyata ada jg sebagian kalangan yg menuntut hrs mencari ‘hari baik’ itu supaya ke depannya jgn terjadi yg buruk karena melanggar ‘pantangan’ dan aturan yg ada, malah ditambahi dgn supaya dpt berkah bukan bencana. Budaya dan kepercayaan lain tentu kita hrs hormati, org yg percaya dgn itu jg hrs kita hargai, tapi ingat bhw kita tdk boleh utk menduakan Tuhan, artinya hanya percaya pada apa yg Tuhan firmankan, sementara hal lainnya hanya perlu kita hormati sbg sesuatu yg banyak dipercaya oleh sekelompok atau golongan org. Ingatlah bhw kita jgn tunduk pd sesuatu yg tidak sesuai dgn kebenaran firman Tuhan.
Masalahnya jika dalam satu keluarga misalnya, tdk semuanya adalah org Kristen, masih tetap berpegang teguh pd adat dan budaya yg berlaku turun temurun, bgmna penyelesaiannya? Realita yg ada kebanyakan diambil jalan tengah, yaitu melakukan kedua-duanya, artinya secara Kristen maupun secara yg lain, apakah hal ini sesuai dg kebenaran firman Tuhan? Tentu selama hal-hal yg dilakukan tdk melanggar apa yg Tuhan larang ya bs dilakukan, tp kalau sudah melibatkan yang kita kenal sbg ‘berhala’, kuasa kegelapan, mistis, dsbnya, itu jelas sebuah penyembahan berhala yg dilarang Tuhan utk kita lakukan. Ingat akibat yg hrs kita tanggung ke depannya, karena dosa penyembahan berhala itu dampaknya hingga ke keturunan keempat: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (Keluaran 20:5). Pilihan mau taat atau tdk, ada di tangan kita, taat berarti berkat yg kita terima, tidak taat berarti kutuk yang kita terima nantinya. Jgn sampai tujuan awalnya utk terhindar dr hal buruk karena takut melanggar pantangan, justru berujung pd kutuk Tuhan yang terjd dlm hidup kita.
Kompromi mgkin menciptakan ketenangan yg sementara, demi tdk mengecewakan manusia, tapi jika Tuhan yg kita kecewakan, sanggupkah kita utk menanggung akibatnya?