Rumah Kesukaan

DI 20102014

Lukas 10:38
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Jika kita membaca ttg Maria, Marta dan Lazarus, kita temukan bhw hubungan baik mrka dg Yesus dimulai ketika Marta mengundang Yesus datang ke rumahnya dan ia melayani Yesus dan rombongan-Nya dg baik. Kisah selanjutnya sering dikhotbahkan, namun ternyata bnyk sudut pandang dr apa yg dikhotbahkan itu (maaf) keliru.

Ayat berikut ini membuktikannya :

Yohanes 11:5
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.

Knpa nama Maria tdk disebutkan? Bukankah selama ini kita ‘digiring’ oleh pendapat bhw Maria lebih dikasihi Yesus?

Kisah Marta mengundang Yesus ke rumahnya kemudian ‘menjamu’ mereka menunjukkan sebuah jiwa melayani yg baik. Yg dijamu itu bkn cm Yesus, ada jg para murid-Nya. Pasti repot sekali dan sangat wajar Marta butuh bantuan Maria yg ketika itu hanya duduk mendengarkan Yesus bcra. Ini yg Tuhan suka dr Marta : ingin menyenangkan Tuhan yg mau berkunjung ke rumahnya.

Tuhan senang dlm sebuah rumah ada ‘Marta’ artinya ada aktivitas yg positif dan ada kasih sehingga ada ‘kehangatan’ dlm sebuah rumah. Aktivitas menandakan ada kehidupan, artinya kita hrs melakukan aktivitas yg positif di dlm rumah kita.

Kita hidup dlm dunia, ada aktivitas kita bekerja, sekolah, berdagang, melayani, dsbnya. Itu ‘Marta’ kita, suasana rumah jd ‘hangat’ dan tdk ‘dingin’.

Selain kegiatan ‘Marta’, ada kegiatan ‘Maria’ dlm rumah kita. Hrs seimbang antara keduanya, kita boleh sibuk dg aktivitas harian tp jgn lupa utk kita jg menyenangkan Tuhan dg membangun hubungan pribadi yg intim dg Tuhan. Ada pujian penyembahan dan doa di dlm rumah kita. Porsi melakukan firman Tuhan hrs sama: di dlm rumah maupun di luar rumah.

Kita tentu ingin rumah kita bkn hanya bagus bangunan fisiknya, tp bagus jg suasananya shga rumah itu jg jadi ‘surga’ bagi penghuninya. Syalom atas rumah kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.