DI 21102014
Lukas 12:1-2
Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Org yg munafik mgkin bs menutup rapat semua rahasia buruknya dan menyembunyikannya demi menciptakan ‘image’ yg istilah saat ini adalah pencitraan.
Org yg menuduh org lain serta memburukkan nama baiknya di mata org banyak sesungguhnya dirinya sendirilah yg lebih buruk dibandingkan org yg dijelek-jelekkannya. Mengapa demikian? Tujuannya jelas, menutup rapat keburukannya sendiri.
Org semacam ini akan berurusan langsung dg Tuhan dan ini yg akan Tuhan lakukan : semua yg dia tutup rapat-rapat dan dirahasiakan akan disingkapkan Tuhan. Org lain pasti tdk bisa menyingkapkan, tp Tuhan bisa krna Dia tahu isi hati dan pikiran setiap org.
Apa manfaat dr menjelek-jelekkan seseorg? Bukankah seringkali justru kejelekannya sendiri jauh lebih ‘parah’ dibandingkan org lain? Ingin menjatuhkan seseorg? Hati-hati, bisa jd Tuhan yg akan menjatuhkannya dan malu yg ditanggung sangat besar.
Tiap org pernah bersalah dan jatuh. Kalau dia sdh bertobat, jgn kita ‘menyentuh’ org itu dg perkataan maupun perbuatan. Dosanya sdh diampuni, sdh dihapus dan Tuhan saja tdk mempermasalahkannya lg, knpa justru kita yg mempermasalahkannya? Apa kita adalah ‘hakim’ atas dosa org lain? Duduk di kursi hakim pdhal kita bkn hakim, bisa ‘di-pidana’ Tuhan krna Dialah hakimnya. Begitu jd tersangka, diselidik Tuhan, akhirnya ketahuanlah kesalahan kita yg lain. Itulah makna ayat ini.
Jauh lebih baik kita ‘membangun’ drpd kita ‘menjatuhkan’ org lain. Krna yg kita lakukan utk si A, maka si B bs memperlakukan kita sama spt kita lakukan pd si A. Yg dituai pasti lebih besar dr yg kita tabur.