DI 04102022
Hosea 6:1-2
“Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
Memahami kasih Tuhan itu harus dengan hati & pikiran yg jernih serta dewasa, karena wujud dr kasih Tuhan itu spt dlm ayat yg kita baca ini, Dia jg ‘menerkam’, ‘memukul’ serta ‘mematikan’.
Di satu sisi kita temukan bahwa Tuhan itu tegas, sehingga terlihat galak, kejam dan seperti tanpa belas kasihan sama sekali ketika Dia memberi hukuman terhadap umat-Nya: digambarkan spt binatang yg menerkam, spt org yg memukul dan jg yg membuat seseorg mati. Membuat seseorg jadi mati? Ya, bukankah ayatnya berkata bahwa Dia akan menghidupkan kita sesudah 2 hari dan membangkitkan kita pada hari yg ketiga? Seram bukan? Jadi jgn main-main dgn Tuhan, Dia yang memegang nyawa kita, kalau Dia berfirman kita sudah selesai di dunia ini, tak ada satu kuasa yg bs menahan Dia. Sering org berpendapat bahwa Tuhan di dlm Perjanjian Lama memang terlihat sangat tegas bahkan kejam, sedangkan Tuhan dlm Perjanjian Baru terlihat lebih ‘ramah’ karena lebih mengedepankan anugerah dan kasih-Nya. Sebenarnya tdk demikian, karakter dan sifat-Nya tdk mgkin berubah, yang Dia permudah bagi kita adalah bgmna kita bs menerima pengampunan dosa dgn cara yg lebih sederhana. Dulu hrs dgn menggunakan darah korban hewan, tp sekarang cukup dgn darah Anak Domba yg sdh tercurah bagi kita, mengakui pengorbanan Kristus, hidup dlm pertobatan dan meminta pengampunan dr Tuhan, maka dosa kita sudah diampuni.
Di sisi lain, selain Dia ‘menerkam’, Tuhan jg yang akan menyembuhkan kita. Hukuman Tuhan itu berkaitan dg keadilan Tuhan, dosa hrs dihukum, tapi setelahnya Dia menyatakan kasih-Nya dgn menyembuhkan ‘luka’ kita, memulihkan kita dari akibat hukuman Tuhan yg kita terima. Tuhan jg ‘memukul’ dan membalut kita, Dia ‘mematikan’ kita dan akan ‘membangkitkan’ kita pd hari yang ketiga. Yang Tuhan inginkan adalah pertobatan dan pemulihan. Utk membuat seseorg bertobat salah satunya dgn membuatnya dihukum Tuhan dan mengalami akibatnya, hukuman yg serius & berat shga sadar bhw dirinya salah dan hrs mau bertobat, kembali pd Tuhan, kalau perlu dibawa ke titik terendah dlm hidupnya yaitu detik-detik antara hidup dan mati, ketakutan manusia akan dunia setelah kematian seringkali berhasil untuk membuat seseorg sadar bhw dia perlu Tuhan & perlu membereskan hidup sebelum nanti masuk dlm alam kematian. Jadi memang Tuhan perlu gunakan cara-cara yg ‘kejam’ supaya org sadar bhw akibat dari dosa yg diperbuatnya sangatlah serius, bukan saja mempengaruhi masa depan hidup di dunia ini, tp jg masa depan hidup dalam kekekalan nantinya.
Kalau kita sedang dihukum Tuhan, bertobatlah, percayalah bahwa Tuhan juga akan memulihkan keadaan kita asalkan kita menunjukkan diri kita benar-benar bertobat dan kembali pd Tuhan.