DI 26102022
Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Hampir semua org di dunia ini tahu bagaimana hrs berbuat baik, sekalipun org yg atheis, di hati nuraninya ada tuntunan untuk berbuat baik, tapi tidak semua org melakukan yg dia tahu tentang apa yg baik, sehingga dia berbuat apa yg jahat.
Ternyata standart Tuhan ttg dosa itu amat tinggi sekali, kalau manusia standartnya spt ini: tidak berbuat baik dan tdk berbuat jahat, ya bkn dosa karena org lain tdk dirugikan atau diuntungkan, tapi standart Tuhan berbeda: sengaja menahan diri untuk berbuat baik, jelas itu dosa. Walaupun kita tdk berbuat jahat pd org lain, tapi menahan diri utk berbuat baik jelas bagi Tuhan itu adalah sesuatu yg jahat, dinilai sbg sikap utk menolak berbuat kebaikan, dianggap sama dgn berniat utk org lain tdk mengalami apa yg baik. Kenapa menahan diri? Pasti ada alasannya, apakah krna punya dendam atau rasa tdk suka pd seseorang sehingga tdk mau berbuat baik pd org itu, atau kita ini tergolong org yg mau hidup ‘aman’ saja, asalkan tdk saling ganggu, ya itu sudah cukup. Mengasihi itu memberi dan barulah menerima, ada yg ditabur dulu baru kemudian akan menuai hasil dr yg kita tabur. Kasih itu aktif dan peduli, bkn pasif dan cuek, ada dorongan kasih Tuhan dlm hati utk melakukan apa yg baik, kalau kita mengabaikannya, itu sama dgn menolak taat pd kehendak Tuhan, melawan dan memberontak dr perintah Tuhan yg sebenarnya wajib untuk kita lakukan.
Seharusnya kita rindu orang lain mengalami apa yg baik, apakah itu melalui perbuatan kita, atau melalui perbuatan org lain. Ini berarti jg kita jgn melarang org lain utk berbuat baik terhadap kita sekalipun kita dalam keadaan yg baik-baik saja. Kita berkelimpahan, tdk kekurangan apa-apa, bs melakukan apapun dengan bebas, namun bkn berarti kita boleh menolak kebaikan org lain yg mgkin tidak kita butuhkan. Adalah kesempatan bagi org lain itu berbuat baik bagi kita, tp justru kita menutup kesempatan org itu, cobalah nilai dgn suara hati nurani: menutup kesempatan org utk berbuat baik itu, jahat atau baik? Yesus saja tdk melarang siapapun utk berbuat baik pdnya saat ada dlm dunia ini, walaupun Dia itu Tuhan, butuh apapun pasti Dia dilayani oleh penghuni surga. Persembahan seorang janda miskin yg sangat kecil jumlahnya justru dinilai sbg suatu persembahan yg ‘besar’ di mata Tuhan. Jangan larang org lain melaksanakan kewajibannya: utk berbuat baik, justru kalau bs kita membantu utk memfasilitasinya, memudahkan org lain berbuat baik karena nanti dia akan menuai dr perbuatan baik yg dilakukannya, dan itu tentu menjadi satu berkat tersendiri bagi hidupnya.
Jgn menahan diri berbuat baik jika kesempatan utk itu ada, juga jgn melarang org lain berbuat baik terhadap kita, ingatlah bahwa semua orang pasti ingin diberkati Tuhan lewat memberkati org lain.