Dikembalikan Tuhan

DI 10112022

Daniel 4:36-37
Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.
Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Ketika raja Nebukadnezar bertobat dan dengan sadar mengakui kesalahannya, Tuhan kembali memberikan semua yang awalnya menjadi milik raja Nebukadnezar.

Pertobatan membawa pd pemulihan, dan tentu ini sangat bergantung pd pertimbangan Tuhan
terhadap dosa seseorg. Dlm kasus ini, semua yg awalnya dimiliki oleh raja Nebukadnezar, Tuhan kembalikan kepadanya, dlm kasus Ayub, Tuhan berikan jumlah 2x lipat dari yang sblumnya Ayub miliki, dalam kasus penyangkalan Petrus, Yesus tetap mempercayakan tugas sebagai pemimpin jemaat kepadanya. Semua diawali pertobatan dan pendamaian dg Tuhan, karena itulah Yesus karena kasih-Nya rela mengorbankan diri-Nya utk menebus dosa seluruh umat manusia, demi supaya kita bs berdamai dg Tuhan, dosa tidak lg menjd penghalang antara kita dgn Tuhan. Hidup yang penuh damai dan berkat, itulah yang Tuhan ingin kita alami sepanjang hidup kita. Jika saat ini kita mengalami banyak kehilangan dlm hidup kita, ada baiknya utk mengoreksi diri, apakah ini krna ada dosa yg blm dibereskan, jika ada maka sebaiknya segera bertobat, jgn biarkan masalah dosa ini semakin membuat keadaan kita buruk dan semakin sulit. Jika belum begitu yakin, ada baiknya menemui para pemimpin rohani untuk lebih detail meneliti apakah ada dosa yg belum kita sadari bhw itu ternyata adalah dosa.

Tuhan mengambil apa yg kita punya tentu dgn alasan tertentu, biasanya supaya kita bertobat dan sadar akan kesalahan dan dosa yg kita sdh perbuat. Ketika kondisi semakin sulit, biasanya org mulai mencari Tuhan, setelah manusia tidak lagi bs menolong, itulah sifat manusia, terdesak baru mencari Tuhan. Proses menuju pertobatan kadang memakan wkt yg panjang, apalagi kalau seseorg memiliki kekerasan hati dan kecewa pd Tuhan, biasanya setelah keadaan susah sangat menekan, barulah mau merendahkan diri serta mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Wkt pertobatan ini kadang terjadi di detik-detik akhir hidup, dan inipun kesempatan terakhir yg amat berharga karena setelah akhirnya meninggal, yg ada bukanlah penyesalan tapi damai sejahtera, karena sudah berdamai dg Tuhan dan dosanya sdh diampuni Tuhan. Kadang hrs melewati wkt sakit yg panjang dan kehilangan bnyk harta, tapi yg terpenting adalah kesempatan utk bertobat telah digunakan dgn baik. Selama masih hidup di dunia, itulah kesempatan kita untuk bertobat, setelah kita meninggal maka kesempatan tidak lagi bs kita temui, semua sdh ‘final’ dan tdk bisa diubah lagi.

Bertobatlah selagi Tuhan masih menunggu kita utk bertobat, kalau waktu kita sudah habis, yang ada hanyalah penyesalan tanpa akhir & semua sdh terlambat.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.