Bahagia Bersama

DI 15112022

Lukas 14:13-14
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Berbagi dgn sesama, sebuah aktivitas yg sering dilakukan banyak org dan tentunya itu suatu hal yg baik bahkan mulia, namun ternyata sesuatu yg baik itu jg hrs dilakukan dgn tepat sasaran.

Yesus mengajar bhw ketika ingin mengadakan perjamuan, ini diartikan spt mengundang orang lain utk makan bersama, undanglah mereka yg miskin, cacat, lumpuh dan buta, apa alasannya? Yesus menyinggung ttg balasan yang akan nanti diterima kalau melakukan hal ini. Tapi ini tentu hrs kita pahami konteksnya, Yesus tdk melarang utk kita tetap merayakan sesuatu bersama dgn para sahabat atau kerabat yang dalam kategori kalangan berada atau mampu, itu juga sesuatu yg baik, namun ada sesuatu yg lebih baik lagi dr itu semuanya. Kalau mengundang mereka yang dr golongan berada, suatu saat mereka gantian akan mengundang kita di moment yg sama dgn waktu yg berbeda, misalnya saling mengundang saat merayakan ulang tahun. Itu di mata Tuhan tdk ada hal yg perlu Tuhan balaskan, diundang lalu nanti mengundang, impas, tp mengundang mereka yg dr golongan tdk mampu dan tdk dpt membalas balik undangan kita, Tuhanlah yang akan membalasnya utk kita di hari kebangkitan org-org benar. Jadi ada 2 pilihan yg tersedia utk kita: mau yg balas org lain atau Tuhan yg akan membalasnya, keduanya tetap hal yg baik untuk dilakukan.

Mengundang makan org yg miskin, cacat, buta dan lumpuh, tentu butuh ekstra perhatian dan jg kesabaran. Kalau mengundang org yang berada, mereka tidak perlu kita pikirkan bgmna caranya utk datang, tp ketika mengundang makan orang yg tdk mampu, kitalah yg perlu memikirkan cara mereka utk datang. Di zaman itu, mgkin org yg mengundang itu akan mengutus para pembantu utk membawa org-org cacat, buta dan lumpuh utk bs datang ke rumahnya. Repot? Pasti! Bau? Pasti jg, krna mereka biasa hidup di jalan. Lalu apakah mereka ‘dibersihkan’ lebih dahulu sblum makan bersama? Tentu ini perlu mempelajari ttg budaya zaman itu, tp tampaknya akan dilakukan karena hukum Taurat mengajarkan kebersihan dlm hidup keseharian. Bbrpa kalangan memang sudah melakukan hal serupa, dgn menyediakan makanan gratis setiap harinya, atau bbrpa orang berbagi moment kebahagian dgn merayakannya bersama kaum yg kurang mampu. Tp bagi yang belum pernah melakukannya, kalau kesempatan utk itu ada, lakukanlah dgn penuh kasih, jangan merasa direpotkan, lakukan dgn sukacita, nanti Tuhan yg akan membalasnya, berbagi dg mrka yg lemah dan berkekurangan, itu dihargai Tuhan dan kitapun merasakan kebahagiaan yg lebih dr biasanya.

Org yg hanya menyenangkan dirinya sendiri itu sesungguhnya mengalami kebahagiaan semu, tdk peduli dgn mereka yg berkekurangan adalah bukti dlm dirinya ada keserakahan dan egois.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.