DI 21122022
Kisah Para Rasul 8:36-37
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
[Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]
Karena banyaknya denominasi di tubuh gereja Tuhan seluruh dunia, maka kita temui beragam cara baptisan yang dilakukan di masing-masing denominasi, namun ini hrs dihormati dan jangan jadi bahan perdebatan.
Dlm kisah yg kita baca, kata air dlm bhsa aslinya adalah hudór yg berarti air yg dihasilkan akibat turunnya hujan, jadi mungkin ada genangan air yg cukup dalam akibat hujan dan saat itu timbul niat sida-sida Etiopia ini utk dibaptis, dan sesuai pertimbangan Filipus, asalkan hati sida-sida ini sungguh percaya pd Tuhan, hal itu akhirnya jadi dilakukan, terjadilah akhirnya sida-sida ini telah dibaptis. Apakah tubuhnya seutuhnya masuk ke dlm air itu atau tidak, tdk dijelaskan dlm Alkitab. Jadi yg bs kita pelajari adalah boleh ada suatu pengecualian bila kondisi atau situasi yang ada itu bukan di tempat yang seharusnya. Misalnya, bgmna kalau ada seorg yg sekarat tp akhirnya mau bertobat, bgmna cara membaptisnya? Tdk mgkin hrs dgn cara yg normal, sesuai dgn ayat yg kita baca, yg penting adalah hati org itu dgn penuh keyakinan percaya pd Tuhan, maka cara baptisannya bs disesuaikan dgn kondisi orang itu atau tempatnya. Tapi cukupkah bila dengan hati percaya tp tdk perlu dibaptis dlm kasus org yang sekarat ini? Kembali pd kebenaran firman Tuhan bhw org yg percaya tetap harus dibaptis (Markus 16:16). Jadi harus dibaptis, namun dgn cara yg disesuaikan dgn kondisi yg ada.
Apakah org yang awalnya Kristen, lalu pindah ke agama lain, tp akhirnya mau kembali pd Tuhan, apakah hrs dibaptis lagi? Mgkin bnyk pendapat dan pandangan ttg hal ini, ada yg berpandangan baptisan itu hanya sekali seumur hidup, apapun kondisinya tetap hanya sekali saja. Pandangan yg berbeda menganggap org Kristen yg keluar dr kekristenan dan masuk ke agama lain, artinya dia sdh menyangkal bhw Yesus adalah Tuhan & Juruselamat, artinya baptisannya yg dulu sudah dia sangkal sendiri kegunaannya, jadi ketika dia mau kembali pd Tuhan, maka perlu utk dibaptis lagi, sbg bukti bhw dia kembali mengakui Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Ikutilah sesuai dgn doktrin yang dipegang oleh gereja lokal kita, tdk perlu berdebat dgn pandangan yg berbeda, karena penghakiman adalah hak Tuhan. Bgmna dgn org yg ziarah ke Israel lalu masuk ke dalam sungai Yordan? Itu bukan baptisan, kecuali bagi mereka yg blm pernah dibaptis sebelumnya, tp kalau sdh pernah dibaptis, masuk ke dlm sungai Yordan bagi sebagian kalangan dianggap suatu ‘pentahiran’, bagi kalangan lain dianggap hanya sekedar utk mengingat kembali komitmen untuk setia sbg pengikut Kristus.
Tdk semua org yg sudah dibaptis itu hidup dlm pertobatan, adalah sebuah dosa kalau dibaptis hanyalah utk alasan pernikahan, atau terpaksa karena sesuatu alasan khusus, Tuhan tdk boleh dipermainkan.