DI 26122022
Mazmur 150:6
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Memuji Tuhan bukan sekedar bagian dari liturgi ibadah, tapi adalah respon kita terhadap apa yg Tuhan lakukan dlm hidup setiap kita, sbg bukti bahwa Tuhan itu nyata dan hadir dlm hidup kita.
Memuji yg benar itu hrs ada sesuatu yg bernilai dan dikagumi, kalau hal yg biasa-biasa saja, tdk mgkin pujian itu keluar lewat perkataan. Memuji Tuhan berarti kita melihat lalu menemukan hal yg baik dlm diri Tuhan, apa yg telah Dia perbuat, dan karenanya kekaguman kita timbul. Mustahil kita memuji satu barang kalau kita tdk memberi perhatian khusus terhadap apa yg dimiliki oleh barang itu. Kita memuji sebuah masakan bukan hanya karena kelihatannya sedap, tp kita sudah merasakan rasanya, kalau hanya kelihatannya sedap tp rasanya buruk, pastinya bukan pujian yg akan kita katakan terhadap makanan itu, tapi justru penilaian negatif. Jadi memuji itu hasil dr sebuah penilaian. Bagaimana cara kita menilai Tuhan? Bagaimana kita bs mengatakan Tuhan itu baik kalau belum pernah melihat dan pernah merasakan kebaikan Tuhan? Dlm Mazmur 34:8 dikatakan begini: Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Jadi tdk cukup hanya dari kesaksian org atau karena kita membc Alkitab, tapi rasakan dan buktikan sendiri pengalaman pribadi dgn Tuhan dlm keseharian hidup kita.
Memuji Tuhan itu bs diwujudkan dgn bersaksi pd org lain ttg Tuhan dan apa yg Dia perbuat di dlm hidup kita. Sebagian org menciptakan lagu yg isinya pujian terhadap kebaikan Tuhan, ada yg berbagi cerita di medsos, atau bersaksi saat ibadah atau komsel. Dgn memuji Tuhan, iman kita semakin diteguhkan karena kita makin hari senakin yakin bhw apa yg tertulis dlm Alkitab ttg Tuhan itu benar adanya, sebuah pembuktian yg bs ikut menguatkan iman org yg sedang lemah dan membutuhkan kekuatan dr Tuhan. Kita tdk tahu, mgkin org yg mendengar kesaksian kita itu ada yabg sedang goyang imannya, meragukan Tuhan itu sebenarnya ada atau tidak, karena itu kita jgn menolak ketika diminta utk bersaksi ttg kebaikan Tuhan, tp tentu saat bersaksi kita jgn memamerkan apa yg kita punya, memamerkan kehebatan kita, tp ‘pamerkan’ ttg kuasa Tuhan & kebaikan-Nya, atur kalimatnya dgn baik supaya yg mendengar bs menangkap pesan yang ingin kita sampaikan ttg Tuhan. Selama kita bernafas, pujilah Tuhan di setiap waktu, memuji Tuhan itu bukan hanya menyanyikan lagu rohani, tapi juga menyatakan kebaikan Tuhan dalam kesempatan yg terbuka untuk itu.
Miliki pengalaman hidup pribadi dgn Tuhan, dan pujilah Tuhan senantiasa, jgn puas mendengar kesaksian org lain saja, tp alami sendiri hingga kita membuktikan bhw Tuhan itu nyata dan baik pada kita.