DI 03012023
Markus 7:29-30
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Anak dr perempuan Siro-Fenisia kerasukan roh jahat dan akhirnya dibebaskan dr roh jahat yang merasukinya oleh kuasa Yesus, tp kali ini bukan langsung bertemu, tp dr jarak jauh.
Perkembangan teknologi zaman ini tentu amat sangat membantu dlm hal berkomunikasi jarak jauh, bukan saja lintas daerah dlm satu negara, tp bahkan lintas negara, asalkan daerah itu ada jangkauan internetnya, maka bs berkomunikasi tanpa kendala. Tp bisakah pelayanan dilakukan dr jarak jauh hanya menggunakan media untuk berkomunikasi, misalnya telp dan video call? Ini tentu tergantung pemahaman masing-masing, ada yg percaya bhw itu bs dilakukan, tp ada juga yg kurang yakin bahwa itu efektif utk dilakukan. Kita pasti pernah mendengar kesaksian bahwa terjd kesembuhan ketika berkomunikasi dengan hamba Tuhan lewat telp dan video call. Secara logika saja, kita sering berdoa utk sesuatu bisa terjd di tempat yg jauh dr kita, dan ketika Tuhan menjwb doa, di sana terjd sesuatu. Kisah dalam ayat ini jg mendukung pemahaman itu, jadi yang menentukan itu bukan masalah tempat, ruang & waktunya, tp kuasa Tuhan yg bekerja tanpa bisa dihalangi oleh jarak dan waktu. Tidak ada satu daerahpun di dunia ini yg tdk bs dijangkau oleh kuasa Tuhan. Dalam keadaan terdesak dan sulit utk bertemu, pelayanan jarak jauh ini bs menjadi solusinya.
Hal ini tentu juga dipengaruhi oleh kualitas iman yg seseorg miliki, krna perempuan Siro-Fenisia ini memiliki iman yg besar maka Yesus memberi dia hasil yang luar biasa, anaknya bebas dr roh jahat yg merasukinya tanpa hrs Yesus datang ke sana untuk menghardik roh jahat itu. Kalau iman kita teguh, maka yang mustahilpun akan Tuhan perbuat bagi kita. Apa itu iman yg teguh? Iman yg sejalan dgn kehendak Tuhan, bkn mengimani asal saja, apalg memaksa Tuhan utk melakukan yg kita minta. Iman yang teguh mempengaruhi pola pikir kita, bs selaras dgn pikiran Tuhan, ini yg banyak org tdk menyadarinya, mengimani itu butuh komunikasi dgn Tuhan yang berkualitas, merendahkan diri di hadapan Tuhan dan tunduk pd kedaulatan Tuhan sepenuhnya. Iman bukan hanya sekedar dipakai utk mendatangkan satu mujuzat atau kesembuhan, tp iman menjd satu bukti bahwa kita sepenuhnya mempercayakan hidup kita pd Tuhan. Kalau permintaan ditolak, kita belajar menyadari bahwa Tuhan tidak ingin nanti ke depannya, terjd sesuatu yg merugikan kita, atau kita diminta utk koreksi diri, yang kita minta itu hanya utk memuaskan hasrat kita, bkn utk sesuatu yg kita butuhkan.
Pelayanan dr jarak jauh itu sesuatu yg bs untuk dilakukan, semuanya bergantung pd kuasa-Nya dan juga kualitas iman kita, hamba Tuhan hanya alat Tuhan saja.