Jangan Sembarang Libatkan Orang

DI 10012023

Lukas 8:51-53
Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”
Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Utk membangkitkan anak dr Yairus, Yesus tidak mengizinkan org lain ikut masuk kecuali kedua orgtua anak itu, pasti ada alasan dan tujuan dari apa yg Yesus larang itu.

Bukankah lebih spektakuler kalau Yesus dengan sengaja membangkitkan anak yg mati itu di dpn bnyk org? Kalau zaman skrg mgkin langsung IG live atau live YouTube, seluruh dunia langsung bs menyaksikannya, dan pasti ini menjadi berita yang sangat menghebohkan. Bukankah saat Dia membangkitkan Lazarus yg sdh mati 4 hari itu dilakukan di depan bnyk org? Utk memahami ini tentu hrs kita lihat kisah ini secara utuh, semua org yg ada di sana tidak ada satupun yg berani beriman bhw anak yang baru saja mati itu bisa hidup kembali, jd ini bs kita simpulkan bhw utk terjadinya mujizat, Tuhan pada kasus tertentu membutuhkan iman seseorg. Bnyk kisah dalam Alkitab yg menceritakan bgmna mujizat terjadi karena iman seseorg yg besar, namun ada juga mujizat Tuhan terjd karena 100% kehendak dari Tuhan itu sendiri. Dlm kasus ini, Yesus dg tegas hanya melibatkan orgtua anak itu karena mrka percaya Yesus sanggup membangkitkan anak mereka yg baru saja mati. Ini satu pelajaran yg penting bagi kita: jgn sembarang libatkan orang ketika kita membutuhkan mujizat Tuhan, dalam pengertian bhw jgn libatkan org-org yang justru tdk percaya akan mujizat Tuhan, tdk pny iman.

Minta dukungan doa, menopang dlm doa, harus pd org yg tepat, karena pd kasus tertentu, harus Tuhan temukan adanya org-org yg sepakat dlm meminta sesuatu pd Tuhan. Sepakat dlm artian sama-sama percaya bhw Tuhan berkuasa untuk melakukan apa yabg diminta, sama-sama tekun menantikan jwban dr Tuhan. Salah memilih org ketika ingin didukung atau ditopang dalam doa, justru akan membuat mujizat itu tdk terjd, krna Tuhan tdk melihat adanya kesepakatan iman di dlm permintaan yg diajukan pd Tuhan. Jadi jgn sembarangan curhat pd seseorg, pertama, krna org itu mgkin hanya tertarik dgn kasus kita, tapi tidak ikut mendoakan walaupun dia berjanji pd kita utk ikut mendoakan, kedua, masalah kita bs jadi konsumsi publik krna dia ingin mengambil keuntungan dr masalah yg sdg kita hadapi, tdk paham ttg etika konseling, ketiga, kalau iman dr org itu tdk teguh, atau kecil, ini berpengaruh pd waktu terjadinya mujizat itu, bs tertunda karena imannya ‘naik turun’ atau malah tdk dikabulkan Tuhan. Carilah org yg sepakat dgn kita, org yang imannya teguh dan bisa menopang kita di saat kita mulai ragu dan goyah. Dgn melibatkan org yg tepat maka hasilnyapun bs sesuai dgn yang jadi harapan kita.

Curhatlah pd org yg tepat, jika ingin memohon dukungan atau topangan dlm doa, libatkan org yg memang dewasa rohaninya dan punya iman yg teguh.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.