Jangan Viralkan

DI 17012023

Markus 7:35-36 ILT3
Seketika itu juga terbukalah pendengarannya dan terlepaslah ikatan lidahnya, dan dia berbicara dengan baik.
Dan Dia memberi peringatan kepada mereka agar mereka tidak mengatakan kepada siapa pun. Namun, semakin keras Dia memberi peringatan kepada mereka, semakin bertambah-tambah mereka memberitakannya.

Kalau kita baca dgn cermat, setelah melakukan mujizat, bbrpa kali Yesus melarang orang untuk menyebarkan peristiwa itu, istilah zaman skrg ini dilarang memviralkannya.

Mgkin kalau peristiwa itu terjd di zaman skrg ini, Yesus melarang org merekam dgn HP, melarang masuk dlm berita baik di medsos maupun yang lainnya. Beda dgn bbrpa oknum hamba Tuhan yg malah sengaja membuat pelayanannya untuk diviralkan, sengaja dipublikasi besar-besaran yg tujuannya untuk mengangkat namanya spya jadi populer. Hamba Tuhan yg satu ‘menyerang’ yang lain, khotbahnya dikritik, karakternya ‘dibunuh’, diberi label ‘sesat’, dsbnya. Kenapa Yesus saat itu tdk ingin menjd viral? Kalau secara logika itu tentunya bagus, pelayanan Yesus bs makin luas dan tersebar, makin bnyk jiwa yg dijangkau, org makin banyak yg disembuhkan dan dibebaskan dr roh jahat, pengajaran-Nya makin tersebar. Ini perlu kita pahami alasannya, satu hal yang bisa kita pahami adalah soal ‘waktu Tuhan’, Dia mau segala sesuatunya terjadi sesuai dgn perintah Bapa. Secara logika bs dipahami bhw semakin bnyk orang mengagumi Yesus, para ahli Taurat, golongan Farisi dan Saduki, dan pemerintah di saat itu tentu akan semakin mengincar Yesus. Di bbrpa bagian kitab Injil kita bisa temukan ada rencana utk membunuh Yesus, pdhal Yesus hrs mati di saat yg Bapa tentukan, dan itu sebabnya bbrpa kali Yesus lolos dr usaha pembunuhan.

Viral lalu populer, di zaman ini itulah cara instant utk mendptkan uang. Begitu viral, mulai banyak pihak melirik sesuai kepentingannya, pihak TV mengundang demi rating TV supaya naik, banjir iklan tentunya. Podcast di medsos mengundang supaya viewernya naik dan dapat monetasi dari iklan. Org yg viral jadi bnyk dapat ‘amplop’ krna diundang sana sini, dapat endorse. Kehilangan kepopuleran itu rasanya setengah mati, karena duit mulai jarang bertambah di rekening, mulai cari sensasi dgn pansos dr kasus org lain. Lalu bgmna dgn kita? Menjd terkenal jgn jadi tujuan utama, tp menjd terkenal itu biarlah hanya satu dampak dr perbuatan baik yg kita kerjakan. Ini yg kita pelajari dr sejarah hidup Yesus di dunia, Dia terkenal tapi tdk memakainya demi hal-hal yg negatif. Tentu dlm pelayanan-Nya perlu dana yg besar karena Dia bersama 12 murid-Nya, tapi Dia tdk memanipulasi ajaran-Nya utk memaksa org menyumbang dan mendanai pelayanan-Nya. Beda dgn zaman skrg, bnyk oknum yg terkenal malah memanipulasi jemaat dgn menggunakan nama Tuhan dan ayat-ayat Firman Tuhan untuk ‘menggalang dana’, tp tentu masih banyak pihak yg sungguh-sungguh murni dalam mengajarkan Firman Tuhan.

Menjd viral kadang tdk bs dihindari, tapi jangan sengaja utk membuat diri viral, gunakan potensi diri utk hal-hal yg baik, jgn sampai kita menjadi hamba uang dan hidup dr perkataan org lain.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.