Uang dan Kehidupan

DI 24012023

Lukas 21:3-4
Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Dlm terjemahan lain, memberi nafkah diartikan sbg memberi hidup, dan memang ada kaitan yg erat antara uang dan kehidupan, dan apa yang bs kita pelajari dr ayat yg kita baca ini?

Persembahan si janda ini dinilai Tuhan bukan dr jumlah persembahan uangnya, tp apa arti uang bagi hidup si janda itu. Kalau mengikuti apa yg diterjemahkan sbg nafkah, maka pengertian yg ada dlm pikiran kita itu adalah uang terakhir yg dimilikinya, setelah dipersembahkan maka dia tdk punya uang lagi. Tapi tdk dicatat dlm Alkitab bhw itu uang terakhir, jadi agaknya kurang tepat kalau memahami ini hanya sekedar bicara soal uang. Kalau kita mengikuti terjemahan bhw yg dinilai oleh Yesus itu bukan sekedar jumlah yg dipersembahkan, tetapi keseluruhan hidup dari si janda ini. Makna memberi seluruh hidup hrs kita lihat dr sisi aturan-aturan yg diterapkan pd waktu itu mengenai kehidupan seorg janda, apa dan bgmna seorg janda hrs menjalani hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Informasi yg kita dapatkan adalah bhw dia seorg janda miskin, ini kita maknai bhw dia masih bisa mencari nafkah bagi dirinya sendiri ataukah anggota keluarga yg menanggung nafkah hidupnya, artinya dia dg kondisinya sbg janda membaktikan hidupnya pd keluarganya. Contoh aturan mengenai hidup dr seorg janda bs kita lihat di dlm 1 Timotius 5:10: ‘dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan — pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.

Bagi Yesus, lebih berarti memberikan hidup kita sbg persembahan pd Tuhan drpd uang yg bnyk, krna memberi persembahan uang bs dilakukan tanpa hati yg mengasihi Tuhan, hanya sekedar menjalankan aturan keagamaan. Uangnya bisa dipersembahkan pd Tuhan, tp belum tentu bisa jg mempersembahkan hidupnya pd Tuhan. Kita bs rajin datang ke gereja, tapi keseharian hidup kita tdk libatkan Tuhan di dalamnya, pokoknya Tuhan cuma hrs menyediakan tempat di surga saja, urusan hidup di dunia sepenuhnya diatur oleh kita sndri. Jgn sampai itu yg kita jalankan dlm hidup kita, di bibir mengatakan mengasihi Tuhan tetapi dlm hati sebenarnya kita tdk ada ‘rasa’ lagi sama Tuhan. Kita hanya menjalankan ritual keagamaan saja, supaya terlihat religius di mata org, namun Tuhan tahu hati kita, Dia tidak perlu uang kita, di surga uang kita tdk berlaku & tdk ada gunanya sama sekali, yang Dia inginkan adalah hidup kita yg berkenan di hadapan Tuhan dan hati yg mengasihi Dia. Kitapun pasti kecewa jika anak kita cuma ingin uang kita saja tp tidak menyayangi kita, jadi nilai sebuah kehidupan itu tidak sebanding dgn jumlah uang yg sebanyak apapun jg.

Jgn hanya mempersembahkan uang saja, tapi beri juga hidup utk Tuhan, jgn hidup hanya utk kesenangan diri sndri, tp gunakan hidup untuk jg menyenangkan hati Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.