DI 06112014
I Samuel 15:10-11 NKJV
Now the word of the Lord came to Samuel, saying, “I greatly regret that I have set up Saul as king, for he has turned back from following Me, and has not performed My commandments.” …
Sekarang firman Tuhan datang pada Samuel, berkata: “Aku sangat menyesal telah menjadikan Saul sebagai raja, karena dia telah berbalik dari mengikuti Aku, dan telah tidak melaksanakan. perintah-perintah-Ku.” …
Bagi Tuhan, Saul jauh lebih baik ketika dia blm jadi raja dibandingkan setelah jd raja atas Israel. Apa yg membuat Saul berubah? Kekuasaan dan penghormatan manusia.
Dulu wkt ekonomi minus dan pas-pasan, seseorg bs bgtu mengendalikan keuangannya, mengatur uang hanya utk ini dan itu, berhemat dan pengawasan ketat dlm pengeluaran. Dia yg mengendalikan uang, tp ketika punya uang bnyk, uang mulai mengendalikan org itu, pikiran mulai ‘jalan’, mau ini dan itu, tdk ketat lg dlm pengeluaran, ada uang, bs beli knp mesti pikir-pikir? Aslinya ketahuan, serakah dan cinta uang.
Dulu org biasa saja malahan blm jd ‘orang’, ketika mulai sukses dan naik status sosialnya, karakter aslinya muncul: sombong dan suka menghina org yg lebih ‘rendah’.
Sulit utk memastikan kenaikan level hidup kita itu sbg sebuah ‘berkat dr Tuhan’, krna ada 2 hukum dlm hidup manusia: hukum Tuhan dan hukum manusia. Buktinya, org yg bkn Kristen bnyk yg kaya, pintar, sukses, bahagia, dsbnya. Apa bedanya dg berkat Tuhan? Berkat Tuhan tdk Tuhan tambahi dg kesusahan, ada perlindungan yg sempurna dr Tuhan. Ini yg membedakan.
Jgn sampai berkat dan promosi Tuhan justru menjd ‘jerat’ bagi kita. Berkat Tuhan seharusnya membuat kita semakin cinta dan dekat Tuhan, bkn sebaliknya, kita malah tdk takut akan Tuhan bahkan melupakan Tuhan. Mulai malas doa, ibadah, lama-lama kitalah yg jd ‘tuhan’ atas hidup kita sndri.
Jgn sampai Tuhan menyesal setelah ‘mengangkat’ derajat hidup kita. Semua yg ada di dunia ini sifatnya fana.