Aslinya Kita Ketika : Kedaulatan Tuhan (Bagian 3)

DI 05112014

Ayub 1:21
katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Dlm hidup kita, ada bbrpa hal yg tdk bs kita minta utk Tuhan lakukan, krna itu sebuah ketetapan Tuhan, misalnya dari keluarga siapa kita akan dilahirkan, tinggi badan kita bahkan mgkin (maaf) cacat di fisik kita, dsbnya. Itu semua sdh Tuhan tetapkan, kita hanya bs menerima dan mengalaminya saja.

Tindakan Ayub yg bs menerima musibah dahsyat dlm keluarga dan hartanya, disikapi dg benar, tetap memuji Tuhan sekalipun semua yg dia miliki kecuali isterinya, lenyap dlm sekejap. Dia tdk spt org zaman skrg yg kalau mengalami hal spt itu sdh ‘tengkang tengking’ iblis dan teman-temannya, Ayub tahu yg dialami atas seizin Tuhan sekalipun Tuhan mengizinkan iblis yg mengambil semuanya.

Apakah kita kecewa dilahirkan dr keluarga yg mgkin tdk menghendaki kelahiran kita? Sekalipun pernah diaborsi namun kita tetap hidup dg kondisi tubuh cacat dan lemah? Atau kita iri krna lahir di keluarga miskin sedangkan org lain lahir dr keluarga kaya? Atau kita minder krna tinggi badan kita ‘pendek’ dan wajah kita ‘kurang’ tampan atau cantik? Knpa Tuhan ciptakan kita begini?

Kenapa orgtua kita meninggal ketika kita msh kecil dan muda? Knpa pasangan kita ternyata tdk spt yg kita harapkan pdhal itu dr Tuhan? Msh bnyk lg hal lainnya. Kita hrs mengerti bhw itu kedaulatan Tuhan atas hidup kita.

Aslinya kita terlihat saat Tuhan melakukan sesuatu yg tdk kita harapkan terjd, saat permintaan kita ditolak dan tdk dikabulkan, saat yg Tuhan beri sangat jauh dr perkiraan kita, apa yg Dia izinkan terjd, awalnya mgkin pahit tp akhirnya manis, awalnya penuh air mata tp akhirnya penuh senyum tawa. Spt kado di acara tukaran kado, bungkusannya koran tp isinya lumayan. Yg penting bkn yg kelihatan mata jasmani, tp yg terlihat oleh ‘mata iman’.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.