Jangan Merasa Dimanfaatkan

DI 22022023

Lukas 6:18
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Tdk semua orang tertarik dgn pengajaran Yesus, sebagian hanya ingin disembuhkan atau ingin dibebaskan dr kerasukan roh jahat, namun tetap Yesus melayani sesuai dgn kebutuhan mereka.

Yesus tidak merasa terbebani oleh org-org yang mencari kesembuhan dan pemulihan, tp dengan senang hati trs melakukan penyembuhan serta pengusiran roh jahat, ini karena kasih Yesus utk umat-Nya sangat besar. Hal spt ini mgkin dapat kita lihat dr kasih orgtua terhadap kita, biarpun terlihat merepotkan, namun tetap merawat dan membesarkan kita, apalagi saat kita masih bayi dan blm bs berbuat apa-apa. Mengasihi jangan merasa sbg suatu beban atau supaya bs terlihat baik di mata org lain, mengasihi haruslah bukan sebuah kemunafikan, kepura-puraan, tapi harus jadi sebuah karakter yg nampak dr perbuatan yg kita lakukan. Mengasihi memang kadang terasa direpotkan, karna hrs sedikit terlibat dlm situasi yg dialami org lain, kadang kita spt menjd suatu harapan terakhir bagi org lain, dan kita terpojok dgn sebuah permohonan minta tolong, apakah kita masih mau trs mengasihi dgn tulus? Orang lain mgkin sdh berdoa dan Tuhan mengizinkan kita tahu keadaannya, sbnarnya kita mampu utk menolong, tp kita berharap orang lain saja yang menolong org itu karena kita merasa terbebani dan dlm hati tdk suka dgn reaksi seseorg yang sedang bergumul dgn keadaannya: terlalu jadi lemah dan putus asa, mengandalkan org lain.

Apakah kita merasa dimanfaatkan oleh orang lain karna mereka melihat kita keadaannya jauh lebih baik drpd mereka? Secara logika pikiran yg spt ini wajar saja muncul saat kita dihadapkan pd situasi sulit org lain, tapi apakah dgn berpikir spt itu, hati nurani kita menjd kurang peka? Hati nurani kadang berlawanan dgn logika, bisakah kita membayangkan bahwa sangat melelahkan utk melayani org dlm jumlah ratusan atau ribuan orang spt yg Yesus lakukan? Kalau tdk dilayani, mereka tdk akan pulang, tetap di sana. Apakah Yesus ‘kabur’ karena capek dan lelah? Dari apa yabg kita baca dlm kitab Injil, tdk pernah Yesus kabur dr org-org yg mencari kesembuhan dan ingin dibebaskan dr roh jahat, kalaupun Yesus pergi menghindar, itu karena orang banyak yang ingin memaksa dia menjd raja (Yohanes 6:15). Pikirkanlah apakah harta yg kita miliki itu hanya utk kita nikmati sendiri? Kalau Tuhan tidak beri kita kesehatan, tdk menjaga kita dlm perjalanan, apakah kita bs mencari uang & menikmatinya? Bukankah Yesus seringkali menyinggung untuk bersedekah dan menolong org miskin? Jangan sampai saat penghakiman terakhir, Tuhan dgn tegas bertanya pd kita: kenapa kita berdiam diri melihat kesusahan org lain?

Kalau masih merasa mengasihi itu suatu beban, atau merasa kita dimanfaatkan, lebih baik kita introspeksi diri, adakah kasih Tuhan dlm hidup kita?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.