Masa Yang Gelap Bagi Orang Benar

DI 24022023

Yesaya 50:10
Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!

Terlalu murahan kalau menghakimi situasi yang dialami seseorg itu selalu akibat dari dosa yang dia perbuat, dari ayat di atas terlihat jelas bhw org yg hidup takut akan Tuhanpun mengalami situasi hidup dlm gelap.

Lalu kenapa org yg hidup takut akan Tuhan dan yg mendengarkan suara hamba-Nya bisa hidup dlm situasi yg gelap tanpa cahaya? Takut akan Tuhan berarti menjauhi dosa dan kejahatan, ini berarti orang ini tidak melakukan dosa: “Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan” (Amsal 16:6). Secara logika ini bisa dipahami, org yg takut akan Tuhan maupun yg hidup dlm dosa, semuanya masih manusia yang biasa, dalam hidupnya akan ada selalu masalah, ujian, cobaan, dsbnya. Harus kita ingat jg bahwa keadaan seseorg itu bs merupakan dampak dari perbuatan orang lain, misalnya saja saat di jalan terjd kecelakaan lalu lintas, imbasnya semua yg ada di sekitar jalan itu menjd macet, tidak bisa maju karena kendaraannya melintang di tengah jalan, sementara di jalur sebaliknya, org sengaja memperlambat laju kendaraannya utk melihat apa yg sedang terjd. Org lain yg kecelakaan, kita terdampak mengalami kemacetan parah. Scra logika ini bs dipahami dgn mudah, org yg takut akan Tuhan mgkin saja mengalami situasi yang ‘gelap’ dlm hidupnya krna faktor luar: krisis dlm bidang ekonomi yg terjd secara global, musibah bencana alam atau perbuatan jahat org lain, dan jgn lupa bhw iblis selalu berusaha merusak kita dgn berbagai cara.

Apa yg hrs diperbuat saat gelap menguasai sisi kehidupan kita? Ayat di atas menyerukan untuk kita melakukan 2 hal, pertama, percaya kepada nama TUHAN, artinya menjaga kestabilan iman dgn melawan realita yg ada dgn pola pikir yang berdasar pd firman Tuhan: percaya bhw TUHAN pasti menyelamatkan dan menuntun kita keluar dr situasi yg gelap ini. Firman Tuhan akan menjd pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan yg kita lewati (Mazmur 119:105). Percaya pd nama-Nya berarti menjadikan firman Tuhan sbg penerang dlm situasi gelap yg kita alami. Masalahnya, tdk semua org ‘membawa’ firman Tuhan dlm hidup spt membawa senter, firman Tuhan dibiarkan ada di mimbar gereja saja, tidak kita renungkan setiap hari dan disimpan dalam hati dan pikiran. Kedua, bersandar pd Tuhan, spt saat kita lelah dan bersandar pd sesuatu yg bisa meringankan kelelahan kita, bersandar juga bertujuan supaya jgn jatuh, jg punya arti mengandalkan Tuhan di dlm segala situasi. Scra teori memang terlihat mudah, namun saat kita mengalaminya, pikiran yg buntu, putus asa, stress, tertekan, semuanya ini bs terlupakan dan kita kehilangan iman. Tapi paksakan diri kita utk tetap percaya, spt seorang yg sakit dipaksa utk minum obat spya sembuh.

Percaya dan bersandar pd Tuhan, lakukan saat kita mengalami situasi yg gelap, jadikan firman Tuhan itu pelita yg cahayanya menerangi jalan kita sehingga kita tdk dikuasai ketakutan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.