DI 06062023
Matius 12:36 ILT3
Namun Aku berkata kepadamu, bahwa setiap perkataan sia-sia yang sekiranya orang-orang akan membicarakannya, tentang perkataan itu mereka harus mempertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
Dlm ayat ini Yesus mempertegas kriteria ttg perkataan sia-sia yg nantinya semua org hrs mempertanggung jawabkannya pada Tuhan yaitu perkataan yg akan dibicarakan.
Arti dr kata akan adalah sekarang belum, tp nanti ada. Akan makan berarti sekarang blm makan, akan pergi artinya skrg belum pergi. Jadi perkataan sia-sia yg sekarang blm kita ucapkan tapi nantinya terucap, tetap harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Apakah perkataan itu jadi terucap atau tidak jadi terucap, tetap hrs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan. Jadi hati-hatilah berkata dalam hati atau berimajinasi dgn pikiran kita, ingatlah bhw Tuhan tahu semuanya itu. Tapi mgkin kita berkata: itu kan tdk jadi terucap, blm keluar dr mulut bibir kita perkataannya, tdk ada org yg dirugikan karenanya, lalu knp tetap disamakan dgn perkataan yg terucap? Di sinilah kita hrs paham bhw Tuhan melihat hati, apakah hari kita mengeluarkan hal yang jahat berupa benih-benih perkataan negatif atau yg mengandung kutuk? Tuhan menilai pikiran kita apakah pikiran kita ini kotor atau kudus?
Inilah yg bisa membuat kita sedikit mengerti mengenai kriteria berzinah menurut Yesus: memandang wanita dgn bernafsu, dia sudah berzinah di dalam hatinya (Matius 5:28). Blm jd sebuah perbuatan bukan berarti itu bukan sebuah dosa, kriteria Tuhan beda dg kriteria yg manusia buat. Perkataan yg sia-sia dapat jg diartikan sbg perkataan yang tdk berguna, tdk membawa keuntungan baik utk manusia maupun utk Tuhan. Kita dilatih utk produktif, artinya perkataan yg kita ucapkan itu dapat menghasilkan dampak positif yang berguna bagi org lain dan memuliakan nama Tuhan. Jadi berpikirlah secara matang sblum kita mengucapkan sesuatu, berhati-hatilah saat hati dan pikiran kita saling mempengaruhi, jgn mengumpat dlm hati, tp kuasai pikiran dan hati kita agar apa yg nantinya jd dalam wujud perkataan dan perbuatan, nantinya adalah sesuatu yg positif dan memberkati.
Org lain tdk tahu isi hati dan pikiran kita, tapi Tuhan tahu ttg itu. bijaklah dalam menjaga keduanya sehingga hidup kita tdk perlu bnyk mengalami masalah yg sebenarnya tdk perlu ada.