DI 24062023
Wahyu 21:9-10
Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
Apa yg tertulis dlm Alkitab adalah benar dan tdk perlu diragukan, karenanya apapun yang disebut pengajaran Kristen harus diuji oleh Alkitab itu sendiri, bukan penafsiran hamba Tuhan manapun.
Mendengar kata mempelai wanita Kristus, apa yg ada dlm pikiran kita? Yesus dg jubah pengantin dan kita sbg mempelai wanitanya dgn gaun pengantin wanita? Maaf, itu suatu penyesatan pikiran yg sangat ‘kotor’. Apa yg sebenarnya dimaksud dgn mempelai wanita Kristus bukanlah spt yg kita pikirkan, apalagi menganalogikan suatu saat kita akan segera menikah secara rohani dgn Kristus, astaga !! Jelas dlm ayat yg kita baca, ditunjukkan pd rasul Yohanes ttg siapa itu mempelai wanita yg dimaksudkan yaitu kota Yerusalem yang turun dr surga. Jadi jelas, yg dimaksud dgn pernikahan Anak Domba itu bukan seperti pernikahan antara pria dan wanita, tp suatu perlambang bhw Tuhan dan umat-Nya ada dlm kesatuan: Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka (Wahyu 21:2-3).
Sekarang ini secara fisik, kita hidup terpisah dgn Tuhan, Dia bersemayam di surga, dan kita masih hidup di bumi. Ini persis dengan kedua mempelai yg belum menikah, belum tinggal serumah walaupun sudah ada ikatan utk menikah. Hidup kita hrs menyesuaikan utk nantinya hidup bersama dgn Tuhan, ada ‘serumah’ dgn Tuhan di surga. Ini analogi yg sebenarnya ingin disampaikan dgn memakai gambaran kita dgn Tuhan, seperti dua orang yg nanti segera akan menikah, tapi jgn kita membayangkan kita dan Tuhan akan segera menikah, itu penyesatan! Stop berkhayal dg menggambarkan kita dengan Tuhan seperti pengantin dg gaunnya. Penyampaian firman yg hanya berdasarkan penafsiran pribadi ini tentu sangat berbahaya, padahal di Alkitab sendiri sudah diberitahukan apa yg sbnarnya dimaksudkan dgn mempelai wanita Kristus atau mempelai wanita Anak Domba. Jangan asal telan pengajaran, uji dgn kebenaran yg bersumber dr Alkitab.
Apa yg tertulis dlm Alkitab, ada yg bisa kita langsung pahami secara hurufiah, tp ada jg yg perlu ditafsirkan secara hati-hati, jangan asal menafsirkan demi mendukung pikiran liar kita ttg firman Tuhan.