DI 01082023
Lukas 9:59-60
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
Mengubur ayah sendiri dilarang? Benarkah Yesus sekejam itu dan keterlaluan? Supaya kita bisa memahaminya, mari kita pelajari alasan yg Yesus berikan.
Kita hrs paham budaya Yahudi berkaitan dgn adanya anggota keluarga yg meninggal, ada 7 hari perkabungan yang hrs dilewati setelah acara pemakaman selesai. Jd org yg adalah salah satu murid Yesus ayahnya meninggal ini jika kembali ke rumah utk menguburkan ayahnya, minimal 8 hari lg baru bs mengikut Yesus. Tapi ternyata Yesus tdk bs menunggu dan sengaja menyesuaikan waktu, karena 8 hari adalah waktu yg sangat berharga untuk sebuah perjalanan pelayanan bagi Yesus. Jd di sini memang ada 2 kepentingan yg saling berbenturan, Yesus ingin segera melanjutkan perjalanan pelayanannya, sementara murid ini perlu waktu utk menguburkan ayahnya & berkabung selama 7 hari. Jawaban yg Yesus berikan memang terdengar sangat aneh dan seperti melawan budaya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati.” Mana mgkin org mati bs mengubur org mati? Apakah ini satu kalimat kiasan ataukah ada makna yg Yesus ingin sampaikan?
Org mati punya dunianya sendiri, biasa kita sebut dgn dunia org mati, suatu dimensi yg berbeda dg dimensi atau dunia org yg masih hidup seperti kita, yg terjd di dunia org mati hanya org yg sudah mati yg tahu persisnya. Kita sbg org yg masih hidup, tdk bs berbuat apa-apa terhadap dunia org mati. Dunia org mati sedikit bnyk berkaitan dgn budaya yang berlaku di suatu suku atau wilayah, dan ada bbrpa hal yang bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan. Di sinilah seringkali timbul hal yg kita sebut dilema, mengikuti budaya tapi berarti melanggar firman Tuhan, dosa, kalau melanggar budaya nanti dihakimi oleh orang yg memegang teguh budaya. Yg bisa sedikit kita pahami adalah Yesus ingin murid itu tdk larut dlm perkabungan yg berlebihan, tetap boleh berkabung, tp jgn sampai diatur oleh budaya yg adalah hasil buatan manusia. Di zaman skrg ini bs kita lihat bahwa ketika ada anggota keluarga yang meninggal, biasanya hanya izin sampai pemakaman selesai, esok harinya sudah kembali bekerja, sekolah, dan sebagainya, karna izin terlalu lama bisa saja membuat bnyk tugas dan kerjaan tertunda dan ini bs mengganggu pekerjaan dan studi kita tentunya.
Berkabung tentu hak setiap org yg anggota keluarganya ada yg meninggal, tp tentunya hrs kembali pd aktivitas normal kita, banyak hal yg masih perlu kita selesaikan tepat wkt.