DI 05082023
Pengkhotbah 7:3
Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.
Rasanya ada yg aneh dgn kalimat ini bahwa muka Muram membuat hati lega, bukankah kita diajari utk jangan dikuasai kesedihan & mulailah bersukacita?
Muka muram itu ekspresi yg terlihat dari org yg sedang banyak berpikir dan mgkin punya banyak pergumulan serta tekanan. Muram itu bukan tanda sukacita, tp tanda seseorang sedang bingung menghadapi kenyataan yg ada. Muka muram dr org yg sedih dan kesal, ternyata melegakan hati. Bnyk ajaran yg kita dengar bhw kalau sedang muram, pakailah iman, percaya bhw di depan ada jalan keluar, ada solusi, ada kebahagiaan. Para motivator mengajarkan ttg berpikir positif, jgn sedih tp hrs bersemangat. Jadi bgmna menjelaskan ttg ayat ini? Kita lihat konteksnya, penulisnya sedang berbicara ttg rumah duka, ayat 1-4, jadi di sini kesedihannya karena kedukaan. Biasanya sebagian anggota keluarga ada yg belum siap ketika org yg dikasihinya dengan tiba-tiba meninggal, atau sudah tahu waktu meninggalnya tdk lama lagi, tapi belum rela jika ditinggal ‘pergi’. Bertanya pd Tuhan knpa sekarang dipanggilnya, bukan nanti saja?
Kesedihan itu hrs dilakukan, sungguh suatu hal yg tdk manusiawi kalau melarang orang yg sedang berduka utk menangis, biasanya dibiarkan menangis supaya hati lebih lega, namun bagi bbrpa org justru dgn menangis justru lebih memperdalam kesedihannya. Di satu sisi ada kesedihan yg diekspresikan dg tanpa adanya tangisan, mgkin sdh menangis terus menerus dan mulai masuk dlm suatu perenungan yg dalam, kenapa Tuhan panggil sekarang? Ketika mulai menemukan jwban, hati mulai mengerti dan merasa lega, bs dgn rela menerima keputusan Tuhan. Di sisi lain, ada yg muram krna bingung apa yg hrs jadi tindakan selanjutnya setelah masa duka ini berakhir, misalnya yg meninggal adalah org tua dr anak-anak yg masih kecil. Wajar jika mereka sedih dan kuatir ttg masa depan, jd ada hal yang perlu anggota keluarga lakukan bagi mereka supaya kesedihan mereka tidak lagi terlalu pahit, tp ada kasih yg ‘manis’ yg mereka terima dr org lain.
Jgn larang org utk mengekspresikan apa yg dia rasakan, biarlah kesedihan dlm hatinya bs berkurang walau muka mereka menjadi muram, ada waktunya utk bersedih, ada juga waktunya utk tertawa, dampingi mereka utk sanggup melewati situasi itu.