DI 22112014
Matius 27:5
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
Salah satu wujud kasih adalah pengampunan. Kasih yg bisa mengatasi kebencian menghasilkan sebuah pengampunan, kalau tdk bs mengasihi diri sndri, bgmna mgkin bs mengasihi org lain, begitu jg dlm hal mengampuni.
Yudas Iskariot akhirnya menyesali perbuatannya, dan Alkitab tdk mencatat Yesus mengutuk Yudas Iskariot, artinya seandainya saja dia bertobat, ingat akan perkataan Yesus bhw Dia akan bangkit dr kematian, maka kemungkinan kisah Yudas menggantung diri dan mati itu tdk terjadi. Dimulai dr penyesalan kemudian menyalahkan diri sndri dan ujungnya tdk bs mengampuni dirinya sndri, semua berakhir dg kematian.
Kita pasti pernah berbuat kesalahan, salah bicara, salah bersikap, salah ambil keputusan, dsbnya, semua akan jd lebih buruk kalau kita tdk bs berdamai dg diri sndri. Menyesal itu baik, tp jgn berlanjut menjd menghakimi diri sndri dan menghukum diri sndri dg sesuatu yg ‘mengerikan’. Kita msh hidup di dunia, blm di surga, masih bs berbuat kesalahan dan hal yg bodoh. Jgn terlalu dikuasai penyesalan, bgmna kita memperbaiki diri dan mengubah situasi, itu jauh lebih penting dan hrs dilakukan.
Ampunilah diri kita sendiri, spya hati dan pikiran bs menjd ‘jernih’. Ambil waktu sejenak intropeksi diri, berdoa pd Tuhan diberi kesanggupan utk menyelesaikan masalah yg ada. Jgn hidup ‘di masa lalu’, waktu terus berjalan, jgn mengulangi kesalahan yg sama di waktu ke depan.
Bijaklah dlm menentukan sebuah perencanaan dan pengambilan keputusan, jgn andalkan kemampuan diri sndri, sadar bhw kita tdk sempurna, beri kesempatan org yg ‘tepat dan ahli’ utk memberi input positif, rendah hatilah ketika menerima nasehat dan kritikan, spya apa yg kita lakukan itu kemungkinan gagalnya bs diperkecil. Bangun hubungan dg Tuhan, jg bangun ‘network’ dg org yg mensupport kita.
Berdamailah dg diri sendiri, kita akan bahagia.