Kasih Bapa dan Yesus Pada Kita

DI 24112014

Matius 3:17 NKJV
And suddenly a voice came from heaven, saying, “This is My beloved Son, in whom I am well pleased.”

Dan tiba-tiba sebuah suara datang dari surga, berkata: “Inilah Anak Laki-Laki-Ku terkasih, yang di dalam Dia Aku berkenan.”

Saat pagi ini saya menyembah Tuhan, tiba-tiba Tuhan mengajar ttg kasih Bapa dan Yesus terhadap saya. Dan saya teringat doa seorg hamba Tuhan pd saya Maret 2013 : “Tuhan sangat mengasihimu tapi kamu tidak memahaminya.”

Baru pagi ini saya bs dg lebih jelas memahami kasih Bapa dan Yesus melalui bbrpa pernyataan teman-teman saya mengenai hubungan saya dg mereka. Ada yg berkata: “Kita kan susah senang sama-sama, kita ini sdh spt kakak adik.” Ada jg yg berkata: “Bagi saya, kamu bukan ‘orang luar’, jgn sungkan.”

Kita ini sdh ditebus oleh darah Yesus dan menjadi anak-anak Tuhan. Harga sebuah benda setara dg nilai uang yg kita bayarkan, utk bs memiliki tas 500 ribu maka kita hrs membayarkan uang sejumlah 500 ribu. Kalau Yesus hrs membayar dg nyawa-Nya dan darah-Nya utk menebus kita, maka ‘harga’ kita ini setara dg Yesus. Di mata Bapa, ketika Dia melihat kita, Dia spt sedang melihat Yesus. Maka kasih Bapa pd kita itu setara dg kasih Bapa pd Yesus.

Gambarannya adalah spt ini: seandainya seorg ayah hanya pny 1 anak saja dan ada anak lain yg sdh dianggap spt anaknya sendiri, dianggap spt ‘anak kedua’, ketika mgkin yg tersisa hanya sepiring makanan saja, ini dinikmati rata bertiga. Jatah si ‘anak kedua’ ini disamakan dg anak kandungnya.

Bukankah itu yg Bapa lakukan terhadap kita? Dia beri kita tempat di surga, bahkan utk bbrpa org akan memerintah bersama Tuhan nantinya. Tahta-Nya dan kekuasaan-Nya itu ‘di-sharekan’ bagi kita, bkn hanya Bapa dan Yesus. Dan inilah alasan mengapa ada firman: kita wajib hidup sama spt Kristus telah hidup, ini krna kita jg anak Bapa, sama spt Yesus adalah Anak Bapa.

Kasih Yesus pd kita adalah spt Yesus mengasihi diri-Nya sndri.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.