Menggratiskan Kebaikan

DI 05092023

Lukas 14:13-14
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Mengapa Yesus mengajarkan untuk berbuat kebaikan dgn tanpa berharap akan balasan? Ini menarik jika kita bs memahami proses yg terjd saat kita berbuat baik.

Penggunaan kata yg salah adalah ‘menabur’ kebaikan, walaupun kelihatannya punya arti baik, namun justru menyeret banyak org dlm kekecewaan dan keletihan setelah berbuat baik pd org lain. Salahnya apa? Menabur itu tentu mengharapkan tuaian! Tdk ada petani yg menabur benih karena sekedar iseng saja menghabiskan uang dan waktu dg percuma. Pasti mengharapkan panen, bs dijual dan bs mendapatkan keuntungan dr hasil panennya itu. Benihnya milik si petani, tanamannya jg milik si petani dan nantinya tuaiannya ialah hak si petani. Jadi paham ya, kalau berbuat baik kita gunakan kata ‘menabur’, ini justru merusak makna berbuat kebaikan, merusak makna ketulusan dlm berbuat baik: dg sadar tidak mengharap balasan, tdk berharap ada tuaiannya! Kalau berharap ada tuaiannya, itu sama seperti ‘menghutangi’: memberi tp hrs dikembalikan. Jadi yg benar itu bagaimana?

Dlm ayat yg kita baca, Yesus mengajar untuk kita ‘menggratiskan’ ketika berbuat baik pd sesama, dlm konteks di atas, memberi bnyk orang-orang yg hina, cacat dan miskin, yang tidak bisa membalas, maka ketika memberi mereka makan, terjd proses ‘menggratiskan’ karena mereka tidak perlu mengembalikan kebaikan kita, tinggal menikmati saja, tidak harus membayar apa-apa. Jadi bkn menabur spt pengajaran yg sering kita dengar. Ini bisa membantu kita terhindar dari sakit hati, saat nanti kita butuh bantuan dr orang yg pernah kita berikan kebaikan padanya, tapi dia tidak menolong kita, kita tdk menjd kecewa karna dulu kita menolong tanpa berharap balasan. Beda ketika kita menolong org dgn harapan suatu saat dia bs menolong kita, kita kecewa dan akhirnya kepahitan dlm hati kita, menjd trauma utk berbuat baik. Jadi ingatlah bhw berbuat baik itu ‘menggratiskan’, org lain tdk perlu membalasnya.

Tuhan pasti membalas kebaikan kita, jangan lelah utk berbuat kebaikan pd sesama, yang penting adalah kita tulus saat melakukannya dan tidak mengharapkan balasan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.