DI 04102023
Matius 8:19-20
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Seorg ahli Taurat ingin mengikut Yesus, satu hal yg kelihatannya positif dan wow, ada org dari golongan yg sering menentang, tiba-tiba ingin menjd pengikut, luar biasa!
Tapi mengapa Yesus menjawabnya dgn satu perumpamaan? Dikatakan tdk punya tempat utk meletakkan kepala, apa artinya? Apakah ini sebuah gaya bahasa bhw utk meletakkan kepala berarti bs nyaman ‘tidur’ beristirahat? Seperti hewan yg punya sarang atau rumah, apakah maksudnya bhw mengikut Yesus ini bs berarti tdk akan banyak waktu bersantai dan menikmati popularitas? Di zaman skrg ini begitu jelas bhw para hamba Tuhan yang terkenal seringkali diperlakukan spt seorang artis atau pejabat, dilayani kebutuhannya dg mendapatkan semua yg terbaik, sementara yg lainnya diperlakukan hanya biasa saja. Di dalam hal menerima PK misalnya, ada cerita bhw PK (persembahan kasih) hamba Tuhan ditentukan dari jenis kendaraan yg dia pakai saat dtg melayani. Bnyk hal lain yg membuat sebagian org-org yg melayani menjadi santai & merasa spt seorg ‘raja’.
Mengikut Tuhan itu tidak bnyk waktu santai, bahkan perlu banyak berjerih lelah dan juga pengorbanan yg besar. Kehilangan hal-hal yg seharusnya bs dimiliki dan dinikmati. Ketika ingin jadi pengikut Tuhan, jgn pikirkan brpa bnyk yg akan kita dapatkan dr Tuhan dan jg dr manusia, melayani bukanlah menjual jasa atau kemampuan kita, tapi melayani adalah satu wujud kasih kita pd Tuhan, satu bentuk ucapan terimakasih pd Tuhan atas kebaikan yg kita terima dr Dia. Apakah tulus melayani hanya akan merasakan kesibukan, lelah, dan kehilangan bnyk hal? Tentu saja Tuhan tahu kita ini manusia, punya batasan kemampuan dan perlu utk sering disegarkan baik tubuh, jiwa dan roh kita. Ada saatnya Dia memberi waktu utk kita menikmati hasil pelayanan yg kita lakukan, bs berlibur, dsbnya. Yg penting adalah tdk bersungut-sungut saat melayani dan melakukan pelayanan kita dgn sukacita dan kerelaan hati karena mengasihi Tuhan.
Seberapa tulus kita dlm melayani Tuhan dan sesama? Lakukanlah sbg wujud pengabdian kita pd Tuhan dan cinta pd sesama, tetaplah taat pd Tuhan dan berbuat apa yg baik.