Menguduskan Tuhan Dalam Hati

DI 09082024

1 Petrus 3:15 ILT3
Tetapi kuduskanlah YAHWEH, Elohim, dalam hatimu dan siap sedialah selalu dengan kata-kata pembelaan terhadap setiap orang yang menanyai kamu tentang firman pengharapan yang ada padamu, dengan lemah lembut dan hormat,

Apa makna dr menguduskan Tuhan dlm hati kita? Bukan berarti Tuhan kita jadikan kudus spt Dia menguduskan kita, tetapi lebih pada memposisikan Tuhan di posisi seharusnya.

Dlm ayat ini, kata kudus adalah hagiazō yg salah satu artinya adalah to venerate, yang diartikan sbg memuliakan, menghormati & diperlakukan dgn khusus. Arti kata kudus yg lain adalah dipisahkan atau dikhususkan dg tujuan dan maksud tertentu. Mudahnya ini kita pahami dgn memuliakan Tuhan dengan memposisikan Tuhan di posisi paling mulia dlm hati kita, Dialah yg tertinggi, tdk ada yg dapat menyamai Tuhan dlm hati kita. Maka kita bs mendapatkan arti bahwa Tuhan hrs diperlakukan khusus karena hanya ada satu spt kita hanya memiliki orangtua, orang lain bukanlah orangtua kita (walau dlm kasus yg khusus kita kenal ada istilah orangtua asuh) jadi tingkat penghormatan kita pd orangtua akan sangat berbeda dg penghormatan kita terhadap org lain, karena orangtualah yang melahirkan kita ke dunia ini. Menguduskan Tuhan dlm hati kita berarti menghormati Dia secara khusus dan tidak ada siapapun atau apapun jg yg akan kita perlakukan sama spt Tuhan.

Ketika kita menguduskan Tuhan dalam hati kita, maka Dialah yang memegang kendali & menguasai hati kita. Dia yg menyucikan dan memurnikan hati kita sehingga hati kita jadi lembut & memiliki sikap hormat pd sesama. Artinya kita dibentuk utk tdk arogan, selalu melihat org lain dgn sudut pandang Tuhan & firman-Nya, punya karakter dan nilai moral yg mulia serta mencerminkan pribadi Tuhan dlm diri kita. Hal yang perlu kita renungkan adalah posisi apa yg kita berikan pd Tuhan di dalam hati kita? Sudahkah di posisi yang mulia, yang tertinggi, dan yg terhormat? Ini sesuatu yg penting, posisi Tuhan haruslah ada di atas siapapun dan apapun dalam hati kita, jgn disetarakan atau disejajarkan dgn siapapun jg. Ketika kita sdh memposisikan Tuhan dgn benar, maka menjadi mudah utk kita memiliki hati yg lembut. Ada takut akan Tuhan dlm hati nurani kita.

Ketika org mempertanyakan pengharapan yg kita miliki, maka dgn lembut dan hormat kita bisa menjelaskannya karena Tuhanlah yg menolong kita utk memberikan jawaban yg tak akan bs dibantah oleh siapapun.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.