Jangan Lupa Bersyukur

DI 05102024

Matius 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Org sakit kusta dlm kisah ini disembuhkan dan kembali menjd tahir, artinya dia boleh & berhak utk kembali hidup bermasyarakat dg sewajarnya layaknya org sehat.

Ada 2 hal yg Yesus perintahkan utk orang itu lakukan setelah disembuhkan, pertama, dia hrs menghadap imam utk membuktikan bhw dia telah tahir. Dalam Imamat 14:2 perintah ini yg hrs dilakukan: “Inilah yg harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam.” Menghadap imam supaya diperiksa dgn teliti seluruh tubuhnya dan setelah yakin dgn pemeriksaan itu, dia akan dinyatakan dg sah bhw kustanya sudah sembuh. Tapi kalau saat diperiksa ternyata masih ada kusta pd bagian tertentu, dia belum bs dikatakan tahir dan masih hrs tetap tdk boleh masuk dalam pergaulan masyarakat pd umumnya. Di sini kita bs belajar bbrpa hal: kesembuhan yang Tuhan lakukan itu sempurna, sembuh total, kemudian hrs dibuktikan dgn data medis, ini supaya menguatkan bhw seseorg sembuh & kesaksiannya tdklah diragukan. Sembuh lalu periksakan diri ke rumah sakit atau dokter.

Kedua, memberi persembahan layaknya org sakit kusta yg telah tahir. Di sini kita belajar bhw bersyukur itu sebenarnya perintah, BKN pilihan, apalagi setelah mengalami mujizat & kesembuhan dr Tuhan. Biasanya org terlalu gembira dgn kesembuhannya, lebih senang utk bersaksi (biasanya karena dapat PK), jd viral dan mengambil keuntungan dari situasi itu. Pertama-tama, ingatlah siapa yang telah menyembuhkan kita, menolong kita keluar dr situasi yg menekan, jadi utamakan utk harus bersyukur, dibuktikan dg memberi pd Tuhan dlm wujud persembahan. Zaman sekarang persembahan berupa uang. Bandingkan jika kita tdk sembuh dan ditolong Tuhan, berapa jumlah uang yg hrs kita habiskan, belum lagi itu pasti bs menyembuhkan atau menolong kita keluar dr situasi itu. Jgn cinta uang, tapi muliakan Tuhan dgn harta kita, bersyukur dg mulut kita dan wujudkan dgn persembahan pd Tuhan.

Jgn lupa diri saat mengalami mujizat Tuhan, bersyukurlah dan muliakan Dia dgn harta yg kita miliki, saksikan apa yg kita alami untuk kemuliaan Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.