Hanya Diuji Saja Dengan Pertanyaan

DI 09102024

Yohanes 6:5-6 ILT3
Kemudian, sambil mengangkat mata-Nya dan melihat bahwa kerumunan orang banyak datang kepada-Nya, YESHUA berkata kepada Filipus, “Dari mana kita akan membeli roti supaya mereka itu dapat makan?”
Dan Dia mengatakan hal itu untuk mengujinya, karena Dia sendiri mengetahui apa yang akan segera Dia lakukan.

Kelihatannya pertanyaan Yesus pada Filipus sebenarnya tdk perlu, karena membuat rasa camas dan bingung timbul, logika pun sudah pasti tdk mungkin memberikan jawabannya.

Memberi makan lebih dr 5000 org dgn dana kas rombongan Yesus yg terbatas, mana bs? Jadi Yesus pasti tahu tdk mgkin membelikan makanan sebanyak itu dgn dana kas, tetapi mengapa Dia bertanya jg? Dlm ayat tersebut dikatakan alasannya bhw Yesus hanya ingin menguji Filipus. Mungkin saja tugas Filipus dlm rombongan Yesus adalah mengurusi hal atau bagian konsumsi, karena itulah dia yg ditanya oleh Yesus ttg memberi makan lebih dr 5000 org. Ditanya Tuhan, memang suatu hal yg mendebarkan, beda ketika Tuhan yg mengutus malaikat utk mengabarkan berita sukacita, hati tentu sangat gembira. Yesus seolah mau ‘lepas tangan’ dari hal memberi makan org banyak, menunjuk Filipus untuk menanganinya, tapi ternyata itu salah, Yesus hanya ingin menguji Filipus. Apanya yg diuji? Logikanya! Kalau secara logika sdh ‘buntu’, serahkanlah semuanya pd kuasa Tuhan yg sanggup melakukan yg mustahil sekalipun.

Menghitung dgn logika, akan banyak hal yg terbatas, tak sanggup lagi pakai logika untuk menyelesaikan masalah. Itulah terkadang yg Tuhan lakukan pd kita, Dia sudah tahu yang jadi solusi atas masalah yg kita hadapi, tapi Dia bertanya pd kita: bgmna menyelesaikan masalahnya? Dia ingin kita sepenuh hati utk bergantung pd Tuhan karena logika sdh tdk sanggup lagi utk menyelesaikannya. Banyak org katanya beriman tapi masih bergantung pd logikanya, ini ibarat berdiri dengan 2 kaki di perahu yg berbeda. Hati masih bercabang dan pikiran mendua. Kalau Tuhan tdk tolong ya cari jalan alternatif lain, apakah itu cara beriman yg benar? Kita berkata percaya tapi sebenarnya hanya sedikit percaya, keraguan yg ada lebih banyak, dan itu membuat rasa takut kita meningkat dan kita stress hingga pengaruhnya sampai ke kesehatan jasmani kita. Serahkan pd Tuhan jika logika kita sdh mentok dan tdk sanggup lagi berpikir jernih.

Kalau percaya itu hrs penuh, buang keraguan dan ketakutan yg ada, besarnya masalah yg kita hadapi, lebih besar kesanggupan Tuhan utk mengatasi semuanya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.