DI 05012015
Matius 12:36-37 NKJV
But I say to you that for every idle word men may speak, they will give account of it in the day of judgment. For by your words you will be justified, and by your words you will be condemned.”
Tapi Aku berkata kepadamu bahwa setiap perkataan yang ‘menganggur/diam’ manusia boleh katakan, mereka akan memberi perhitungannya di dalam hari penghakiman. Karena oleh perkataan-perkataanmu kamu akan dibenarkan, dan oleh perkataan-perkataanmu kamu akan disalahkan.
Perkataan jenis apa yang akan diminta perhitungannya oleh Tuhan di hari penghakiman tampaknya adalah perkataan yang ‘menganggur/diam’, artinya adalah perkataan yang kita ucapkan tapi tidak kita genapi atau wujudkan.
Dlm terjemahan lainnya digunakan kata ‘careless evil speech’ yang punya makna adalah perkataan sembrono yg sifatnya jahat yg spt ‘dipidatokan’ atau diperkatakan di depan orang banyak.
Kita harus berhati-hati ketika berkata-kata, dimulai dg kesadaran bhw yg kita ucapkan bs kita pertanggung jawabkan. Kalau janji ya kita hrs tepati, kalau kita berkata A hrs benar-benar A, bukan (A+) atau (A-), dan tdk mengandung niat jahat di dalamnya. Jgn sembrono mengucapkan sesuatu, jgn krna dikuasai emosi atau dipengaruhi perasaan yg sdg ‘labil’. Begitu sebuah perkataan keluar dr mulut kita, itu akan Tuhan perhitungkan di hari penghakiman.
Perkataan kita bisa ‘menyelamatkan’ kita tapi juga bs menjerumuskan kita dlm situasi yg tdk kita inginkan. Perkataan itu ‘powerful’ bisa menentukan nasib seseorang atau sekelompok bahkan sebuah bangsa, kita hrs serius mengaturnya.
Spt stir sebuah mobil, tergantung bgmna org yg menyetirnya, mobil bergerak sesuai kemauan si pengendara. Bkn salah stir-nya jika ternyata tersesat/nyasar, tp salah pengendaranya. Kita mau perkataan kita membawa kita kemana: situasi baik atau buruk? Semua tergantung pengendalian diri kita dlm berkata-kata.
Jgn perkataan kita menjd perkataan yg ‘menganggur’, tdk kita kerjakan.