Hati Yang Kaya

DI 06012015

Wahyu 3:17 ILT
Sebab engkau berkata: Aku kaya dan aku telah menjadi kaya, bahkan aku tidak mempunyai kebutuhan apa pun! Namun engkau tidak mengetahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan menyedihkan dan miskin dan buta dan telanjang.

Orang yg kaya hartanya bisa jadi ternyata orang yg miskin menurut Tuhan. Knpa demikian? Sederhana saja : Tuhan melihat hati. Jadi yg dimaksud ayat di atas adalah hati yg kaya.

Apa makna kaya? Bisa diartikan punya banyak, punya apa yg dibutuhkan, lebih dr cukup, bahagia, dsbnya. Untuk mengerti arti hati yg kaya, mari pelajari ini.

Kalau hati kita terluka, apa yg kita butuhkan utk bisa sembuh dr luka hati? Kita butuh mengampuni dan mengasihi org yg melukai hati kita. Org yg kaya hatinya berarti punya banyak ‘stok’ pengampunan utk org lain, setiap kali disakiti, bs mengampuni. Tapi org yg ‘miskin’ hatinya kehabisan ‘stok’ pengampunan, shga tdk bs mengampuni. Sulit mengampuni berbeda dg tdk bs mengampuni.

Org yg kaya hatinya tdk kekurangan ‘stok’ kesabaran, bs sabar lewati proses dr Tuhan, bs sabar meladeni sikap org lain yg keterlaluan, dsbnya. Tapi hati yg ‘miskin’ stok kesabarannya sedikit alias kurang. Mudah emosian meladeni sikap org lain.

Org yg kaya hatinya punya bnyk stok kesetiaan, setia menepati janji, setia menghormati Tuhan, setia hidup bersama dg pasangan hidup. Hati yg miskin stok kesetiaannya sedikit, mudah diiming-imingi janji palsu, suka ingkar janji dan suka ‘selingkuh’ dr pasangan hidupnya.

Bnyk aspek dr hati yg kaya, tdk cukup hanya murah hati tapi hati kita harus kaya. Hati itu pembendaharaan hidup kita, di mana ‘harta hati’ kita disimpan dan dikelola. Hati ibarat ‘bank’ tempat kita menyimpan kasih, kesabaran, kesetiaan, kesabaran, murah hati, kebaikan, kelemah lembutan, penguasaan diri, sukacita, damai sejahtera, dsbnya. Semuanya dihasilkan dr proses kehidupan yg Tuhan atur utk setiap kita. Kabur dr proses hanya menciptakan hati yg miskin, jgn kabur.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.