DI 12012015
Amsal 3:13-14 NKJV
Happy is the man who finds wisdom, And the man who gains understanding; For her proceeds are better than the profits of silver, And her gain than fine gold.
Berbahagia orang yang menemukan hikmat, dan orang yang memperoleh pengertian; karena pendapatannya itu lebih baik daripada keuntungan keuntungan dari perak, dan keuntungannya daripada emas murni.
Kalau hikmat kita artikan sbg kemampuan utk memahami firman Tuhan saja, tentu saja ini sebuah kesalahan fatal. Hikmat dlm ayat ini jg bcra ttg kemampuan utk mendapatkan kekayaan. Bukan saja dlm hal rohani dan keuangan, hikmat jg berfungsi di semua area hidup kita.
Tdk ada org yg ingin ditipu, dan ternyata kalau kita mau mengevaluasi jika suatu saat kita mengalami penipuan, sebenarnya bkn Tuhan ‘kurang’ melindungi kita, tp krna kita ‘kurang’ berhikmat. Pengetahuan kita akan sesuatu jika ‘minim’ maka rentan utk org lain memanipulasi kita.
Misalkan saja jika kita ditawarkan sebuah produk yg katanya ‘mahal’, ada baiknya kita check dahulu dan cari informasi pembandingnya, benarkah harganya memang kisaran yg dikatakan atau malah berkali-kali lipat dr yg sbnarnya. Kalau kita tahu harganya pasti kita tdk mau membeli produk itu dg harga yg jauh melampaui harga pasaran. Jika kita asal membeli saja, kita hrs keluarkan uang ‘lebih’, cuma dapat 1 padahal bisa dapat 3.
Orang yg berhikmat itu hidup bahagia. Hikmat jg bcra ttg bgmna mengelola semua hal dlm hidup kita. Org yg hanya pandai dlm ‘teori’ tdk menjamin hidupnya bahagia. Bnyk pengusaha sukses, pendidikan para pegawainya lebih tinggi dari dirinya, tp mrka bekerja pd org yg pendidikannya lebih rendah.
Hikmat itu hrs dicari, ayat ini berkata ‘menemukan hikmat’, jd bkn pemberian cuma-cuma, ada syarat utk bs mendapatkannya. Spt rumus Matematika, berfungsi ketika dipakai utk menjawab soal Matematika, ketika rumus itu dipakai dg benar maka kita akan mendptkan hasil yg benar. Lulus ujian.