Sabar

DI 16012015

Galatia 5:22
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Kesabaran sbnarnya dimiliki oleh setiap org, hanya saja ‘panjangnya’ saja yg berbeda. Ada yg bisa sabar 10 menit, menit ke-11 sudah habis kesabarannya, ada jg yg bisa sabar seharian, dsbnya.

Untuk melihat satu sisi kesabaran, kita lihat 3 contoh keseharian yg ada, pertama adalah kesabaran para pemancing ikan, walaupun tergolong hobby, memancing sbnarnya melatih kesabaran. Jarang sekali ketika umpan baru masuk ke dlm air langsung dimakan oleh ikan, butuh waktu utk menunggu, hingga suatu saat umpan kita termakan oleh seekor ikan. Kalau tdk dpt ikan juga, anggaplah melatih kesabaran. Sabar itu menunggu.

Kedua, lihat dari para pecatur apalg yg Grand Master Internasional. Bisa sekian menit berpikir utk menentukan satu langkah saja dan sbg pihak lawan juga sabar menunggu langkah kita. Sabar itu berpikir dg strategi yg tepat agar tdk salah langkah, melihat perkembangan situasi dg fokus yg benar.

Ketiga, kesabaran sbg penjual produk. Misalkan sbg pemilik toko tas atau jam misalnya, ada pembeli yg sekali dtg langsung transaksi, ada jg pembeli tipe ‘pengintai’, sekali masuk tdk langsung beli tapi tandai mana yg diincar, mgkin kunjungan yg kedua atau ketiga baru dia membelinya. Penjual hrs tetap meladeni calon pembeli dg baik meskipun saat itu tdk membeli apa-apa, mgkin lain waktu baru dibeli. Sabar itu tetap berharap utk waktu yg panjang, tetap bersukacita dlm setiap keadaan.

Dlm meladeni sifat bermacam-macam org juga butuh kesabaran, ada yg kita hrs sikapi dg diam saja, ada yg dg sabar mendengarkan atau jg terus menerus mensupport hingga suatu saat ada hasil yg ditunjukkan. Org yg sabar biasanya bijaksana dan penuh kasih, bisa meredakan pertengkaran, mendinginkan suasana dan menolong org lain utk bs menjadi sabar. Sabar bkn menunggu tanpa berbuat atau merencanakan sesuatu. Sabar itu hasil sebuah proses hidup.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.