Meng-tuhankan Manusia

DI 15012015

Jeremiah 17:5 NKJV
Thus says the Lord : “Cursed is the man who trusts in man And makes flesh his strength, Whose heart departs from the Lord .

Demikianlah firman Tuhan: “Dikutuklah orang yang percaya di dalam manusia dan membuat daging sebagai kekuatannya, yang hatinya menyimpang dari Tuhan.”

Ayat ini seringkali disalah artikan pengertiannya sehingga timbul pemahaman keliru dan membuat kita punya pandangan yang salah tentang kemampuan manusia.

Yang dimaksudkan Tuhan dlm ayat ini sebenarnya ttg mengganti posisi Tuhan dg manusia. Pencipta disamakan dg ciptaan, ini yg dimaksud dg percaya di dlm manusia, bkn di dlm Tuhan. Bukan berarti kemampuan manusia tdk boleh kita andalkan krna sbnarnya kekuatan manusia itu jg pemberian Tuhan utk melengkapi hidup kita. Masalahnya adalah di akhir ayat ini: hati yg menyimpang dr Tuhan.

Menyimpang berarti tdk sampai di tujuan, tdk tepat sasaran, tapi juga ada unsur kesengajaan utk menjauh dr Tuhan. Menyimpang dr Tuhan berarti kita sengaja melupakan Tuhan dlm hidup kita.

Ketika menghadapi masalah berat, biasanya iman kita tdk teguh, timbul keraguan apakah kita bs mengatasinya. Masih ingatkah kita akan Tuhan? Biasanya kita terlalu sibuk menghadapi masalah kita, kita lupa berdoa, malas ibadah dan ragu apakah Tuhan mau menolong kita. Ini bs dikategorikan ‘menyimpang dr Tuhan’ krna sbnarnya Tuhan sdh berkata bahwa Dia tdk meninggalkan kita dan Dia selalu menyertai kita, tapi mata kita tdk tertuju pd Tuhan.

Daging manusia sifatnya lemah, menjadikan sesuatu yg lemah sbg kekuatan itu suatu penghinaan bagi Tuhan. Ada yg lebih kuat tapi kita memilih yg lebih lemah menjd kekuatan kita, tdk mau bersandar pd kekuatan Tuhan. Akibatnya Tuhan ‘diam’ ketika kita bertindak menurut keinginan daging kita, dan kita menilai Tuhan tdk adil krna Dia ‘diam’. Sebenarnya Tuhan sdg mengajar kita akibat dr mengandalkan kekuatan daging.

Percayalah pada Tuhan, pada Pencipta bukan yang diciptakan-Nya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.