Anak-Anak Bapa

DI 25012015

Matius 5:44-45 NKJV
But I say to you, love your enemies, bless those who curse you, do good to those who hate you, and pray for those who spitefully use you and persecute you,  that you may be sons of your Father in heaven …

Tapi Aku berkata kepadamu: “Kasihi musuh-musuhmu, berkati mereka yang mengutuki kamu, berbuat kebaikan untuk mereka yang membenci kamu, dan berdoa bagi mereka yang penuh kebencian memanfaatkan kamu dan menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga ..

Identifikasi korban jenazah AirAsia dilakukan dg mencocokkan DNA korban dg DNA keluarganya shga bs diketahui dg pasti bhw korban adalah sesuai dg daftar nama penumpang pesawat pd penerbangan itu. Hubungan ayah dan anak bs dicocokkan dg DNA mereka.

Sbg anak kita perlu 2 pengakuan, pertama secara biologis, misalnya DNA, akte kelahiran kita di mana tercantum nama orang tua kita di situ, kemiripan fisik, dsbnya. Yang kedua adalah secara sifat turunan dan karakternya.

Ada sifat-sifat tertentu dr orgtua yg diturunkan pd anak-anaknya shga kita bs melihat bhw si anak sama spt ayah atau ibunya dlm bbrpa hal: “Malesnya persis kayak bapaknya, maunya marah terus.” Tapi karakter itu hasil bentukan atau proses. Org yg tinggal serumah pny nilai dan budaya yg sama, sekian lama tinggal bersama maka akan membentuk karakter anak sesuai dg nilai dan budaya yg diterapkan oleh orgtuanya.

Secara rohani, bukti kita sbg anak Bapa juga punya 2 pengakuan, pertama ketika kita bertobat dan dibaptis, kita menjadi anggota keluarga Tuhan. Namun yg kedua adalah apakah karakter kita ‘mirip’ tdk dg karakter Bapa? Dan utk punya karakter Bapa maka kita perlu diproses. Prosesnya melalui mereka yg memusuhi kita, mengutuki kita, membenci kita, memanfaatkan kita serta menganiaya kita. Tidak enak kan?

Karakter sbg anak Bapa adalah spt pd ayat yg kita baca: mengasihi, memberkati, berbuat baik dan mendoakan org-org yg berbuat jahat pd kita. Mau diproses?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.