DI 27012015
Amsal 2:7 NKJV
He stores up sound wisdom for the upright; He is a shield to those who walk uprightly;
Dia menyimpan suara hikmat bagi orang yang tulus; Dia adalah sebuah perisai bagi mereka yang berjalan dengan tidak bercela.
Seringkali berhikmat disamakan dg menjadi pandai, tentu saja itu tdk salah namun hikmat bkn hanya membuat org yg memilikinya menjd pandai tp jg lebih drpd itu, bnyk sekali aspek lainnya.
Bgmna bs memiliki hikmat? Rajin baca Alkitab tdk otomatis membuat kita jd berhikmat, tp mengalami dan mempraktekkan firman Tuhan dg setia itulah awal kita memiliki hikmat. Rajin baca Alkitab kalau tdk membuat kita lebih mengasihi Tuhan itu hanyalah sebuah kebiasaan berbau ‘rohani’, krna dosen agama lainpun ada yg rajin mempelajari Alkitab tapi mrka tetap tdk percaya Yesus dan tdk jg mengasihi Dia. Sekali lagi kalau cm sekedar baca Alkitab setiap hari tanpa mau mempraktekkannya sedikit sekali manfaatnya.
Banyak org lebih senang ‘dikejar’ berkat drpd ‘dikejar’ hikmat. Duit saja yg dipikirkan pdhal ada yg lebih bermanfaat drpd uang yaitu hikmat. Satu ciri org yg memiliki hikmat adalah org yg tulus hatinya. Org yg tulus berlaku tdk bercela, tdk ada ‘salahnya’ yg bisa ditemukan.
Ketulusan seringkali kita gambarkan spt org yg ‘culun’ dan ‘polos’ shga seringkali org yg tulus mudah dimanfaatkan oleh org lain. Tulus bkn berarti bodoh dan mudah ‘dikerjain’ tapi tulus itu sebuah hati yg telah menimbang segala sesuatunya dg tepat dan tdk mrmbiarkan keegoisan dan suara si jahat masuk ke dalamnya.
Tuhan menyimpan suara hikmat bagi yg tulus hatinya, spt tabungan yg disimpan dan bs digunakan saat membutuhkannya, org yg tulus hati bs ‘mengambil’ hikmat di saat situasi yg tdk baik. Krna Tuhan yg menyimpannya berarti bkn kita yg mengusahakan hikmat itu ada, tp Tuhan, kita hanya perlu terus menjd tulus hati.
Selain menyediakan hikmat, Tuhan jg menjd perisai bagi org yg berlaku tdk bercela. Tuhan melindungi kita.