Saat Kematian Mendekat

DI 24022015

1 Raja-raja 2:1
Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:

Kematian itu sesuatu yg pasti, tak bisa dihindari dan semua org pny giliran masing-masing utk itu, hanya Henokh dan Elia saja yg tdk mengalami kematian fisik.

Dengan bertambahnya hari makin kita dekat dg kematian kita. Apakah jumlah harinya masih bnyk atau sedikit, hari kematian itu makin mendekat. Bnyk tanda yg tanpa kita sadari memberi kita ‘sinyal’ seseorg akan meninggal.

Biasanya org yg akan meninggal meminta sesuatu yg tdk biasanya, ada yg mendatangi satu persatu org yg dikenal lalu meminta maaf, ada yg minta seluruh anak cucu foto bersama, ada yg sengaja membeli jas dan berkata dia akan memakainya terakhir kali, dsbnya. Kalau kita peka, kita bisa melewati hari-hari terakhirnya dg kenangan yg indah.

Daud tahu kematiannya sdh dekat, yang dia lakukan adalah memberi nasehat dan perintah pd Salomo yg nantinya meneruskan tahta dan pemerintahan atas Israel. Daud ingin bangsa Israel tetap dlm masa kejayaannya pd masa pemerintahan Salomo, anaknya. Kecintaannya pd bangsa Israel sangay dlm hingga dia ingin memastikan setelah dia tiada, Israel tetap menikmati keadaan yg terbaik.

Menyiapkan masa depan yg baik bkn hanya dg memberi harta berlimpah utk keturunan kita, yg terpenting adalah menyiapkan keturunan kita utk hidup menurut firman Tuhan senantiasa. Ini tdk mudah, orgtua hrs terlebih dahulu memberi teladan, memberi pengajaran ttg firman Tuhan dan membimbing anak-anak utk mengenal Tuhan secara pribadi.

Siap atau tdk siap, kematian suatu saat pasti dtg, apa persiapan kita? Membeli kuburan di pemakaman elite spt yg bnyk dilakukan org-org kaya zaman skrg selagi masih hidup? Yg terpenting bkn seberapa mewah peringatan kematisn kita, bkn sbrpa mahal peti mati kita, tapi apa yg kita tinggalkan utk anak cucu kita sbg pedoman hidup mereka. Kita bs bagikan pengalaman hidup kita, pengetahuan yg kita miliki sbg ‘warisan’.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.