Dampak Nyata

DI 25022015

Daniel 6:18 NKJV
Now the king went to his palace and spent the night fasting; and no musicians were brought before him. Also his sleep went from him.

Sekarang raja pergi ke istananya dan melewatkan malam itu dengan berpuasa; dan tiada pemain musik yang dibawa ke hadapannya. Juga tidurnya ‘pergi’ daripadanya.

Raja Darius bukan org Israel, tp ayat ini jelas menulis bhw dia berpuasa. Tiap agama punya cara berpuasanya masing-masing, tp raja Darius berpuasa pd Tuhan yg disembah Daniel yg adalah org Yahudi/Israel. Bgmna mgkin seorg raja bs terpengaruh bahkan punya rasa takut akan Tuhan?

Saya pribadi yakin bhw puasa raja Darius itu jg yg diperhitungkan Tuhan sehingga Daniel luput dr buasnya singa-singa yg ada. Puasa seorg raja itu punya pengaruh besar, intinya puasa dr para pemimpin itu diperhitungkan Tuhan utk menentukan apa yg akan terjd.

Daniel tdk mengajak raja Darius masuk Yahudi, tp raja Darius terlihat sekali tertarik dan hormat pd Tuhan. Bahkan cara berpuasanyapun pasti disesuaikan dg apa yg Tuhan ajarkan pd Daniel. Zaman skrg justru kebalikannya, cara berpuasa agama lain malah ditiru bnyk org Kristen. Prihatin sekali.

Menjd Kristen itu panggilan Tuhan, penginjilan seringkali di’ciut’kan maknanya sekedar membuat org menjd Kristen, pdhal sesuai Amanat Agung dlm Matius 28:19-20 jelas disebutkan bhw amanat utk membaptis krna seseorg itu bertobat, kembali pd Tuhan serta mengajar mereka apa yg telah Tuhan ajarkan pd para murid Yesus hingga sampai kita di zaman ini.

Penginjilan bkn utk meramaikan gereja, bukan menakut-nakuti org spya menjd Kristen, tp penginjilan hrs membuat seseorg benar-benar kembali pd Tuhan dan belajar apa yg Tuhan ajarkan. Org yg dibaptis blm tentu krna dia benar-benar bertobat, mungkin krna sekedar memenuhi syarat utk menikah di gereja atau alasan lainnya.

Daniel bs ‘mengajar’ raja Darius ttg Tuhan, bgmna dg kita? Apa yg lingkungan sekitar kita ketahui ttg Tuhan lewat apa yg kita ajarkan?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.