Terus Menerus Jahat

DI 11042026

Kejadian 6:5-6 ILT3
Dan YAHWEH melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap angan-angan pikiran hatinya semata-mata jahat sepanjang hari,
dan YAHWEH menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu telah memilukan hati-Nya.

Ini terjadi saat sebelum air bah menutupi bumi sbg wujud hukuman Tuhan terhadap manusia yang saat itu kecenderungannya berbuat jahat.

Perbuatannya jahat, angan-angannya pun juga jahat, artinya bukan sekedar pikiran & hatinya yg jahat, tetapi sdh terwujud dlm perbuatan jahat. Dosa bkn hanya di dalam pikiran dan hati, tp sdh tampak oleh mata jasmani. Seberapa parah kejahatan hasil dr perbuatan manusia kala itu, bs terlihat dr ayat ini: “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah” (Kejadian 6:9). Bayangkan saja, hanya 1 org benar di seluruh bumi pd zaman Nuh hidup. Sudah terbayang bgmna kejahatan manusia pd zaman Nuh hidup. Kejahatan manusia ini membuat Tuhan pilu hati-Nya. Mgkin jika diumpamakan, spt orgtua yang menyesal telah melahirkan anak yg sangat jahat.

Kita jg hrs paham, dosa yg kita buat punya dampak bukan hanya pd diri sndri, tetapi jg memilukan hati Tuhan. Sekalipun dosa itu baru dlm bentuk pikiran jahat dlm hati, itupun sangat memilukan hati Tuhan. Ada org yg berpikir, dosa dlm pikiran dan hati kan tdk merugikan org lain, blm jadi satu perbuatan, apakah itu salah? Bkn soal apa itu merugikan org lain atau tdk, tp apakah itu menyenangkan Tuhan atau tdk? Tuhan ciptakan kita bkn utk berbuat jahat, tetapi utk berbuat baik: Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah (3 Yohanes 1:11). Jauhi kejahatan & lakukanlah apa yg benar dan baik.

Jgn memilukan hati Tuhan, keselamatan yg Dia berikan bkn utk membuat kita bisa hidup bebas mengikuti kemauan sendiri, tp menuruti kehendak Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.