DI 19052026
Roma 9:18 ILT3
Oleh karena itu selanjutnya, Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan Dia mengeraskan hati siapa yang Dia kehendaki.
Berhadapan dg org yg keras hati memang amat mengesalkan, menguras kesabaran dan menyita banyak waktu, tapi itu semua ternyata asalnya juga atas kehendak-Nya.
Kisah 10 tulah di Mesir, merupakan suatu contoh yg kita bs pelajari, bkn hanya karna sifat Firaun sndri yg bebal, tp ada campur tangan dari Tuhan: Firman TUHAN kepada Musa: “Pd waktu engkau hendak kembali ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yg telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kau perbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi (Keluaran 4:21). Kekerasan hati seseorang ternyata bs karna Tuhan yg membuatnya demikian, dengan tujuan Dia menyatakan kuasa-Nya pd semua org, dan supaya org itu menerima hukuman dr Tuhan. Hal ini terlihat spt Tuhan tdk mempermudah utk keluar dr situasi sulit, tapi itulah kehendak Tuhan utk menyatakan keadilan-Nya.
Dihukum Tuhan tentu perlu ada kesalahan yg dilakukan, dan ini ditandai dgn seseorg mengalami kekerasan hati yg Tuhan buat. Kedengarannya aneh, tapi di sinilah suatu pelajaran yg bisa kita ambil, hukuman dari Tuhan biasanya disertai dgn penantian utk sebuah pertobatan. Ada kesabaran Tuhan dlm menunggu wkt pelaksanaan hukuman yg Dia ingin berikan. Sodom dan Gomora bs hukuman dibatalkan seandainya ada 10 org benar di dalamnya (Kejadian 18:12) dan bangsa Niniwe batal dihukum Tuhan karena bertobat mengikuti berita yg Yunus sampaikan pd mereka (Yunus 3:10). Kalau Tuhan yg mengeraskan hati, maka hampir pasti hukuman dijatuhkan, kecuali timbul pertobatan yg sungguh-sungguh, jangan pernah kita hidup tanpa pertobatan.
Jangan memancing amarah Tuhan timbul, hiduplah takut akan Tuhan, berbuat yang diperkenan Tuhan dan alami keadaan yg penuh damai sejahtera.