DI 08062026
1 Tesalonika 5:13-15 ILT3
Bahkan untuk menghargai mereka setinggi-tingginya dalam kasih, karena pekerjaan mereka. Berdamailah di antara kamu sendiri!
Dan kami menasihati kamu, hai saudara-saudara, peringatkanlah mereka yang tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, topanglah mereka yang lemah, bersabarlah terhadap semua orang.
Perhatikanlah, supaya tidak seorang pun yang membalas kejahatan ganti kejahatan kepada seseorang, sebaliknya kejarlah selalu apa yang baik, baik seorang terhadap yang lain, maupun terhadap semua orang.
Hidup kita bersama dengan yg lain terbagi menjd 2 jenis: hidup dgn sdr seiman (hidup berjemaat dan satu tubuh Kristus), dan juga hidup sbg masyarakat pd umumnya (semua orang).
Dlm hidup berjemaat, kita berhubungan dgn beragam latar belakang orang status sosial, pendidikannya, budaya, dsbnya. Yg mungkin mudah terlihat adalah perbedaan status di dlm hal miskin dan kaya, semua org berhak dan berkewajiban sama sbg warga gereja, berhak dilayani gembala dan stafnya, tetapi punya kewajiban jg untuk turut membangun keharmonisan dalam kehidupan berjemaat serta dlm dunia pelayanan. Hal ini bisa kita lihat dlm ayat renungan kita: menghibur, lalu memperingatkan, menopang dan bersabar, karena tdk ada org yg sempurna, kadang dia berkarakter baik tp miskin, kadang dia orang kaya tetapi memilih-milih org yg bs bergaul dgn dia, kadang dia orang berhikmat tetapi kurang mampu berkoordinasi, dsbnya. Dlm keadaan inilah, tiap warga gereja hrs sadar dan mempraktekkan firman Tuhan dengan utuh, tdk menurut versi sendiri.
Tak jarang ada timbul perselisihan, banyak alasan yg menyebabkannya, bila tdk cepat ditangani, bs timbul perbuatan jahat, tetapi yg tdk kalah jahatnya adalah perkataan yg verbal berisi caci maki, fitnah, gosip, hingga kutuk mengutuk. Kejarlah damai, dgn tidak membalas kejahatan dgn kejahatan jg. Dlm tingkat kedewasaan rohani yg berbeda, bisa timbul pemikiran dan dogma pribadi sesuai dgn apa yg dianggap benar. Misalnya kalau yg jahat dibalas dg yg baik, berarti percuma ada hukum tabur tuai? Memahami ini tidak bs menggunakan logika, org pd umumnya yakin adanya ‘karma’, kalau berbuat jahat ya nanti menuai yg jahat, tapi dlm iman Kristen tentu saja Tuhan yg paling berhak penuh di dlm hal memberi balasan, Dia pasti dengan tanpa perlu diragukan akan membalas yang org lakukan, tapi Dia ingin umat-Nya jangan hatinya penuh dgn kejahatan, karena itulah Dia mengajarkan utk membalas yang jahat dengan yg baik, hidup dengan damai.
Balasan dr Tuhan pasti akan diterima oleh tiap orang sesuai dgn perbuatannya, yg Dia inginkan supaya kita menjaga kemurnian dr hati kita, jgn ada kejahatan di dlmnya.