Orang Mati Menguburkan Orang Mati?

DI 23062026

Matius 8:21-22
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Perkataan Yesus kali ini sulit dipahami, apa maksud yg ingin Dia sampaikan? Utk dapat memahaminya, kita tentu perlu menggali yg lebih dlm ttg hal ‘orang mati’.

Tentu saja setiap kematian dlm tradisi yang berlaku di kalangan apapun memiliki suatu kesamaan yaitu tradisi pemakaman jenazah dan tradisi pasca pemakaman. Tentu kedua tradisi ini menyita waktu yg tdk sedikit. Hal yg ingin Yesus sampaikan adalah mana yg jadi pilihan? Mau mengikut Yesus melayani ataukah menguburkan ayah yg meninggal. Kalau pilihannya menguburkan ayah lebih dahulu, berarti ‘memaksa’ Yesus menunggu dia selesai dlm kedukaannya. Sesuatu yang bagi Yesus tentu ini situasi yg Dia tdk perlu ada di dalamnya. Urusan menguburkan org mati biarlah org mati yg melakukannya. Ini apa artinya? Perkataan Yesus perlu suatu perenungan mendalam, terkadang Yesus ini mengatakan Lazarus yabg mati dgn kondisi tidur biasa (Yohanes 11:11). Jadi mari kita perdalam pengertian ttg ‘mati’.

Org yg diselamatkan karena percaya Yesus itu memiliki hidup kekal, sedangkan mereka yg tdk selamat akan mengajakmu kematian yg kedua: “Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api (Wahyu 20:14). Jadi bisa kita simpulkan sederhana, org mati dlm ayat ini bukan ttg org mati yg normalnya, tp org ‘mati’, org yg tdk selamat. Kita lihat di ayat: Namun YESHUA berkata kepadanya, “Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang matinya sendiri, tetapi engkau, seraya pergi, wartakanlah kerajaan Elohim!” (Lukas 9:60 ILT3). Pesan yg disampaikan adalah jgn biarkan diri kita melalaikan perintah Tuhan untuk menginjil, berduka itu normal tp jgn jadikan itu suatu alasan utk tdk melakukan perintah Tuhan. Jgn karena tradisi justru kita kehilangan yg Tuhan berikan yaitu keselamatan.

Ada waktunya berduka, tp jgn larut di dalam kedukaan terlalu lama, kita masih ada tugas utk memberitakan Injil, jgn cari alasan untuk lari dr panggilan Tuhan.

This entry was posted in Renungan, Uncategorized. Bookmark the permalink.