DI 24062026
Lukas 9:52-54 (ILT3) lalu Dia mengirim utusan mendahului-Nya; dan setelah berangkat, mereka masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mengadakan persiapan bagi Dia.
Namun mereka tidak menerima Dia, karena pandangan wajah-Nya mengarah ke Yerusalem.
Dan ketika melihat itu, murid-murid-Nya, Yakobus dan Yohanes, berkata, “Tuhan, apakah Engkau menghendaki kami menyuruh api turun dari langit dan membinasakan mereka, seperti Elia juga melakukannya?”
Menurunkan api dr langit, bisakah 2 murid Yesus melakukannya? Menyamakan diri dgn nabi Elia, sesuatu yg hanya ingin cari muka dan menonjolkan diri.
Kalau zaman skrg, 2 murid Yesus mgkin adalah hamba-hamba Tuhan terkenal, ini tentu saja karena semua org tahu bahwa mereka berdua adalah murid dr Yesus yg saat itu tengah viral dan populer. Melihat Yesus ditolak org Samaria, mereka mulai mencari kesempatan seolah-olah mereka sedang membela Yesus. Sanggupkah dan benarkah mereka punya kuasa utk dapat menurunkan api dr langit? Di sekitar kita pasti ada org-org spt itu, yg omong besar hanya untuk menonjolkan diri, seolah-olah membela pemimpinnya. Tak bs dipungkiri bhw dlm dunia pelayanan pun, cara-cara yg duniawi dipakai utk menarik simpati dr pemimpin, mencari muka terang-terangan di depan umum, ingin dipuji bnyk org dan tentunya ujungnya adalah ‘harta & tahta’.
Bukan hanya cerita dr para pelayan Tuhan di gereja, tp jg dr kalangan hamba Tuhan sendiri yg jg bercerita ttg kisruhnya dunia pelayanan dlm gereja bahkan dlm wadah sinode. Ini sdh jd rahasia umum, ya asal tahu saja, tdk perlu diumumkan. Betapa kita perlu menjaga hati, apalagi yang sdh terlibat dlm pelayanan, benarkah motivasi kita utk melayani Tuhan? 2 murid Yesus di ayat ini terlalu ‘gombal’ dlm membela guru mereka, tetapi Yesus menegur mereka dg keras, memperingatkan knpa mereka bisa berkata demikian, bicara asal saja padahal itu berasal dari si jahat. Misi Yesus bukan utk membinasakan tetapi menyelamatkan jiwa, termasuk para org Samaria. Jd saat emosi terpancing, iblis bs menaruh suatu perkataan jahat dlm pikiran manusia dan kemudian keluar lewat perkataan.
Jaga kemurnian hati dan motivasi dalam melayani Tuhan, kejar perkenanan Tuhan, bukan promosi dr pemimpin, jgn jatuh dlm jeratan dosa dlm pikiran dan perbuatan.