Tetap Memperhatikan

DI 25062026

Lukas 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Selain 12 murid yg selalu bersama Yesus pergi melayani, masih ada 70 murid yang tetap diperhatikan dan dididik oleh Yesus sendiri.

Tdk banyak informasi ttg 70 murid ini, tapi pastinya mereka adalah murid yang diakui Yesus sendiri, dlm ayat ini mereka diutus pergi ke tempat-tempat yg nantinya Yesus akan datang di sana. Kalau zaman kini, ini spt survey sebelum kegiatan utama nanti dilakukan. Mereka jg diutus melayani dlm hal menyembuhkan yg sakit. Jadi bukan hanya datang berkunjung, tp jg melakukan penyembuhan pd mereka yg sakit. Artinya 70 murid ini tetap diperhatikan didikannya dan tdk diremehkan oleh Yesus. Ini suatu hal yg harusnya dilakukan oleh gereja dan team penggembalaan, jgn cuma perhatian pd jemaat tertentu saja, tapi jg jemaat lain jg perlu diperhatikan, dididik, dilatih untuk melayani Tuhan. Meskipun wajar bila ada perbedaan kualitas, tp jgn sampai timbul perbedaan perlakuan yg terlalu tajam.

Bgmna akhir nasib 70 murid ini? Ada satu ayat yg mgkin bs menjelaskannya: “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tdk lagi mengikut Dia (Yohanes 6:66). Apakah ini terjd pada saat setelah pengutusan dalam Lukas 10, ataukah sebelumnya. Ini perlu penelitian yg lebih dlm. Tapi jika ini alurnya setelah peristiwa pengurusan, maka kemungkinan jumlah mereka tdk 70 lagi, yg tersisa bisa saja ikut dlm masa penantian pencurahan Roh Kudus di saat hari Pentakosta. Hal ini menjd pelajaran bagi kita: mengikut Yesus berarti harus menerima semua ajaran-Nya sekalipun secara logika dan realita yg ada itu saling bertentangan. Ajaran Tuhan hrs melampaui logika, kalau di bawah logika, berarti Tuhan tdk lebih tinggi dr manusia.

Semua jemaat perlu dididik dan mendapat perhatian dlm kehidupan bergereja, para pemimpin hendaknya jgn memperlakukan jemaat tertentu secara berlebihan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.